Borong, Ekorantt.com – Serangan hama belalang kembara di wilayah Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur mengakibatkan 40 hektare jagung mengalami puso atau gagal panen.
Selain menyerang tanaman jagung, hama ini juga kini sudah mulai menyerang padi sawah.
Menurut Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Tanaman (POPT-PHT) Kabupaten Manggarai Timur, Arnoldus Molo, pihaknya telah berupaya melakukan tindakan pengendalian dengan cara pengaplikasian insektisida. Namun upaya itu tidak maksimal karena keterbatasan stok insektisida, peralatan, dan tenaga.
Selain upaya pengendalian oleh POPT, para petani jagung di wilayah ini juga menggunakan berbagai cara untuk mengusir hama belalang kembara itu, seperti melakukan ritus adat, membunyikan drum bekas, jerigen, membuat pengasapan dan lainnya. Namun, tetap juga gagal menekan populasi belalang kembara.
Onesius Toka (45), petani jagung asal Leko Lembo, Kelurahan Watu Nggene mengatakan, serangan belalang kembara sudah berlangsung lebih dari sepekan.
Ia berharap, pemerintah secepatnya turun tangan membantu para petani jagung di wilayah itu.
“Semoga pemerintah bisa bantu kami. Kami sudah tidak ada cara lagi untuk mengusir belalang ini,” katanya, Senin, (24/2/2020).
Sementara itu, utusan Direktorat Perlindungan Tanaman-Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Gandi Purnama yang turun memantau lokasi yang terserang hama tersebut mengatakan, hama belalang kembara itu menyerang tanaman jagung atau padi karena habitat mereka seperti padang rumput telah diganggu atau dirusaki oleh manusia.
Ia mengingatkan agar masyarakat selalu menjaga keseimbangan alam sekitar, sehingga tidak menimbulkan bencana.
Terkait serangan hama belalang kembara ini, Gandi berjanji untuk memberi bantuan insektisida dan peralatan samprot ke petani di wilayah itu melalui pemerintah kabupaten.
Sedangkan untuk petani jagung yang mengalami gagal panen akibat serangan hama ini, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT berjanji untuk kembali memberikan bantuan benih.
“Benih jagung dan padi kita akan kirim agar petani bisa tanam kembali,” kata Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Gabriel Gara Beni.
Rosis Adir












