Mama Edis sendiri merupakan seorang pasien penyandang disabilitas psikososial. Kisahnya bermula saat ia bekerja di Makassar, Sulawesi Selatan belasan tahun lalu.
Mereka selalu berdiam diri di “menara gading” institusi akademik, fokus pada penelitian demi pengembangan pengetahuan, dan berkutat pada teori-teori yang dipelajari.
Di tengah derasnya arus digital, batas antara transparansi dan sensasi kian menipis-dan ironisnya, yang kerap menjadi korban adalah mereka yang paling lemah posisinya: para pelaku UMKM.
Kupang, Ekorantt.com – Kebijakan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 1.000 orang per hari di Taman Nasional Komodo (TNK) dinilai sarat kepentingan dan berpotensi menguntungkan kelompok tertentu di sektor pariwisata.
Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Rumat mengatakan, kebijakan tersebut menimbulkan kecurigaan karena dinilai tidak transparan dan tidak memiliki dasar kajian yang jelas di ruang publik.
“Ada agenda besar yang masyarakat tidak paham dengan kebijakan ini....