Mama Edis sendiri merupakan seorang pasien penyandang disabilitas psikososial. Kisahnya bermula saat ia bekerja di Makassar, Sulawesi Selatan belasan tahun lalu.
Kornelis layak untuk menjadi teladan bagi anggota Kopdit Pintu Air yang lain. Terbatasnya latar belakang pendidikan bukan menjadi penghalang demi mewujudkan hidup sejahtera.
Beberapa tahun terakhir, Ketty merasakan perubahan yang tidak kecil. Bertani menjadi semakin tidak pasti. Biaya produksi naik. Cuaca semakin sulit ditebak. Harga hasil panen sering kali tidak sebanding dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan.
Pertanyaan mendasarnya bukan lagi apakah NTT memiliki potensi, melainkan mengapa potensi tersebut tidak berhasil diubah menjadi kesejahteraan bagi masyarakat.
Larantuka, Ekorantt.com – Yoseph Lado Kelen menumpang sepeda motor sambil menenteng termos dan makanan ringan dari Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka menuju ke gerai kopi...