(Hoaks) China dan Israel Sedang Berusaha Hilangkan Agama di Indonesia

Sumber informasi itu direkayasa dalam video yang beredar, sehingga memunculkan makna menyesatkan.

Ruteng, Ekorantt.com– Beberapa waktu belakangan ini beredar video di YouTube yang menyebut China dan Israel sedang berusaha menghilangkan agama di Indonesia.

Dikutip dari video yang diunggah di akun YouTube ‘Dakwah Sang Ustadz’, pendakwah menyebut hadirnya Wakil Perdana Menteri China Y.M. Madam Liu Yandong pada Rabu, 27 Mei 2015 salah satu pemicunya.

Pasalnya, saat Liu Yandong berpidato di Auditorium Fisip Universitas Indonesia menyebut, syarat Indonesia untuk mendapatkan bantuan hutang tahap pertama sebesar Rp647 triliun adalah agama harus disingkirkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Akhirnya Profesor Yudian Wahyudi diangkat menjadi kepala dewan pembinaan ideologi Pancasila,” ujar pendakwah dalam video berjudul ‘Inilah Bukti Yahudi Mencengkram Negeri Ini- Ust Andri Kurniawan’.

iklan

Menurut pendakwah, usai diangkat di Istana Negara, Yudian memberikan statement bahwa agama adalah musuh terbesar Pancasila. Agama juga dianggap musuh terbesar negara.

Ekora NTT kemudian melakukan penelusuran fakta atas video tersebut. Dalam akun YouTube Tempodotco, menyebutkan gedung yang ditampilkan pada detik ke-16 adalah Kantor Perdagangan RI di Jakarta.

Foto tersebut tercantum dalam artikel yang membahas ‘Expansible Polystyrene (EPS) di Indonesia Mengalami Lonjakan Impor‘ di situs Metalextra.com.

Kemudian pada detik ke-25 menampilkan tiga pria dengan latar belakang bendera Israel merupakan momen Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Reuven Rivlin, dan Kepala Mossad Yossi Cohen berada dalam acara penghargaan untuk anggota Mossad.

Mereka tidak membahas China ataupun Indonesia.

Kemudian pada menit ke-1 lewat 4 detik, ditampilkan Perdana Menteri China Liu Yandong saat berkunjung ke Universitas Indonesia.

Namun di momen itu, Liu Yandong tidak mengatakan meminta Indonesia untuk menghapus agama ataupun Pancasila.

Kunjungan Netanyahu Beijing China bertemu dengan Xi Jinping yang dimasukkan dalam video menit ke-2 lewat 26 detik juga tidak membahas Indonesia.

Saat itu mereka membahas kerja sama inovasi antara Israel dan China.

Gambar barisan tentara dengan kendaraan perang selanjutnya tidak berkaitan dengan Israel maupun Indonesia.

Selain itu, klaim-klaim lainnya dalam konten juga ditemukan keliru. Sumber informasi itu direkayasa dalam video yang beredar, sehingga memunculkan makna menyesatkan.

Dari flyer tangkapan layar video yang diunggah pemilik akun Instagram @misslambehoaks juga menyebut informasi tersebut hoaks.

Dalam unggahannya foto hasil tangkapan layar diberi watermark hoaks dengan logo Kementerian Informatika.

Jadi, narasi yang beredar di media sosial tersebut adalah keliru alias hoaks.


*Konten cek fakta ini merupakan bagian dari kerja sama Ekora NTT dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)

TERKINI
BACA JUGA