Larantuka, Ekorantt.com – Civitas Akademika Perguruan Tinggi IKTL Waibalun menggelorakan gerakan cinta lingkungan dengan cara sederhana, yakni membersihkan sampah di lokasi wisata di Desa Sinar Hading (Kawaliwu) Kecamatan Lewolema, Flores Timur.
Jumat (06/03/2020) pagi, saya dan rombongan mahasiswa IKTL Waibalun berangkat dari Kampus IKTL Waibalun. Rombongan kami mengambil rute arah barat Kota Larantuka, jalan utama menuju Kawaliwu.
Pagi itu, ruas jalan menuju salah satu aset pariwisata ternama di Flores Timur ini memang tampak lengang karena hujan yang mengguyur wilayah Larantuka sejak malam hingga pagi.
Sepanjang perjalanan, kami disuguhi panorama gunung dan bukit yang hijau. Angin sepoi yang membelai rerumputan di pagi itu seolah isyarat gunung dan bukit melambai menyambut kedatangan kami.
Memasuki wilayah Desa Bantala, Riangkotek, dan Kawaliwu di kanan dan kiri jalan pepohonan jambu mete yang menjadi sektor ekonomi andalan masyarakat setempat memayungi jalanan sehingga perjalanan terasa sejuk dan mengasyikkan.
Tiba di Kawaliwu, tampak tokoh masyarakat setempat, Kepala Desa, Camat, dan Forkompinca tersenyum hangat menyambut rombongan kami.
Senyuman hangat ini berhasil menghilangkan rasa lelah lantaran perjalanan jauh yang harus ditempuh. Rombongan mahasiswa hanyut dalam suasana riang dan gembira.
Rupa-rupanya keindahan alam lepas Pantai Kawaliwu memberi sentuhan yang membebaskan bagi jiwa-jiwa muda dan menjadi pemacu semangat dalam memulai hari.
Setelah rehat sejenak sambil menikmati panorama alam Pantai Kawaliwu, tanpa menunggu terlalu lama, Kristoforus Lado Aran, Rektor IKTL Waibalun sebagai pimpinan rombongan sekaligus tuan rumah, langsung memberikan pengarahan dan mengatur pembagian rombongan kedalam beberapa tim untuk kelancaran kegiatan aksi bersih-bersih sampah.
Rombongan Civitas Akademika IKTL Waibalun dibagi dalam enam kelompok untuk memudahkan pembagian kerja membersihkan sampah.
Kelompok satu dan dua, yang masing-masingnya terdiri dari 20 anggota mahasiswa bersama dengan orang muda Desa Kawaliwu membersihkan rumput di pesisir jalan sebelah timur dan barat.
Kelompok tiga bersama bersama Forkompinca Kecamatan Lewolema membersihkan sampah pada sisi timur pantai.
Kelompok empat dan lima bergabung bersama masyarakat Desa Kawaliwu membersihkan pantai di bagian tengah dan sisi barat pantai. Sedangkan kelompok enam bergabung dengan ibu-ibu warga desa setempat menjadi tim pengangkut sampah.
Semua bekerjasama dengan penuh semangat membersihkan sampah sesuai dengan pembagian lingkup kerjanya masing-masing. Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan, dijadikan satu membentuk gunung yang tinggi.

Sebuah dump truck pengangkut sampah disediakan oleh DLH Flotim untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan dan dibuang ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) di Desa Riangkoli, Kecamatan Tanjung Bunga. Sedangkan sisanya dibakar.
Rektor IKTL Waibalun, Kristoforus L. Aran mengatakan, persoalan lingkungan hidup harus dijadikan sebagai isu universal. Masalah sampah adalah masalah yang solusinya menjadi tanggung jawab bersama. Pelestarian lingkungan hidup tidak boleh sebatas wacana.
“Meski dengan hal yang kecil, tindakan yang bisa dikatakan sangat sederhana. Namun kami dari IKTL Waibalun menaruh harapan yang tinggi bahwa kegiatan ini akan mendorong orang lain, bahkan seluruh warga masyarakat untuk melakukan tindakan nyata bagi pelestarian lingkungan hidup. Yang terpenting adalah memulai,” jelas Kristo.












