Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka menekankan bahwa proses pemulangan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu sampai di tempat tujuan harus sejalan dengan protokoler kesehatan dan dipantau langsung oleh para camat dan kepala desa.
Demikian disampaikan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo melalui Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, Wihelmus Sirilus saat melepas-pergikan ratusan eks penumpang KM Lambelu, Jumat (24/4/20) di Sikka Convention Center.
“Dengan ini melepas-pergikan saudara-saudara sekalian, semoga saudara-saudara sekalian sampai di tempat tujuan wajib melaksanakan keprotokoleran yang akan langsung dipantau oleh bapak/ibu camat dan para kepala desa,” sebut Sirilus.
Sirilus meminta kepada semua eks penumpang KM Lambelu untuk mengikuti petunjuk yang sesuai dengan protokoler kesehatan dan penanganan Covid-19.
“Jika ada hal-hal yang luar biasa segera menyampaikan kembali kepada Posko pusat untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.
“Ini yang saya sangat minta dengan hormat sesampai di rumah mengurangi pergerakan-pergerakan saudara-saudara sekalian. Sebaiknya melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” tambahnya.
Sirilus juga mengingatkan agar seluruh camat dan para kepala desa untuk berjuang dan mencegah penularan Covid-19.
Camat Bola, Jemy Sadipun kepada Ekora NTT mengatakan, Pemerintah Kecamatan Bola sudah menyiapkan tempat karantina mandiri bagi tujuh orang eks penumpang KM Lambelu yang berasal dari Kecamatan Bola.
“Masing-masing kepala desa sudah siapkan tempat untuk tujuh orang eks penumpang KM Lambelu untuk menjalankan karantina mandiri 14 hari,” kata Jemy.
“Kami akan melakukan pengawasan terhadap mereka ini setiap hari. Jika tidak tertib atau ada gejala sakit, kami akan melaporkan ke posko pusat,” pungkasnya.











