Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pangan Prioritas di Flores Timur Aman

Larantuka, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat di Kabupaten Flores Timur masih aman terkendali.  

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flores Timur telah mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, antara lain dengan melakukan monitoring ke pusat penyimpanan stok pangan dan pusat-pusat produksi pangan di wilayah Kabupaten Flores Timur.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Petrus Petara Aran menjelaskan, langkah awal yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan pangan prioritas yakni Sembilan Bahan Pokok (Sembako) seperti beras, jagung, dan sayur.

Dijelaskannya, sisa stok beras yang ada dapat mencukupi kebutuhan beras bagi masyarakat Flores Timur hingga 3 bulan mendatang.

Sedangkan untuk mengantisipasi cadangan beras, pihak Bulog mendatangkan pasokan cadangan beras dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 500 ton.  

“Saat ini sisa stok beras di Bulog sebanyak 4.065,7 ton. Stok beras ini terdiri dari stok beras pemerintah dan stok pangan daerah. Pasokan beras pemerintah pusat sebanyak 1.530 ton. Selain itu, produksi beras dari sawah di Flores Timur untuk saat ini 11,94 ton per bulan. Total stok beras yang ada sebanyak 5.607,64 ton,” jelas Petrus Aran.

Dengan mengukur kebutuhan beras masyarakat Flores Timur perbulannya, maka stok beras yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan warga hingga 3 bulan ke depan.

Petrus mengatakan, persediaan pangan prioritas seperti jagung juga sangat aman. Kendati dibabat hama ulat grayak pada awal tahun 2020, namun ketersediaan pangan jagung masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 5 bulan ke depan.

“Hama ulat grayak yang menyerang pada masa pertumbuhan jagung hanya memengaruhi 10 persen. Stok jagung di gudang penyimpanan sebanyak 4.162,6 ton. Tingkat produksi jagung pun sangat tinggi,” ungkap Petrus Aran.

“Beberapa waktu lalu bapak Anton Gege Hadjon juga turun melakukan panen perdana di kelompok petani di Kecamatan Titehena. Petani di sana berhasil membuka lahan tidur sebanyak 630 hektare. Rata-rata produksi panennya mencapai 8,5 ton per hektare. Artinya untuk jagung sangat aman,” tambahnya.

Untuk memastikan ketersediaan sayur mayur, jelas Petrus, pihaknya turun memantau ke pusat-pusat produksi sayur di beberapa kecamatan di Flores Timur seperti di Kecamatan Adonara Barat, Tanjung Bunga, Larantuka (Oka), dan Kecamatan Wulanggitang.

“Ketersediaan sayuran khusus sayur sawi masih mencukupi hingga 4 bulan ke depan. Kita juga memastikan ketersediaan pangan sayur untuk jenis yang lain seperti kembang kol, kacang panjang, dan beberapa jenis sayur yang lainnya. Rata-rata ketersediaannya masih aman hingga 2 bulan ke depan. Untuk bawang dan cabai, masih cukup untuk hingga 1 bulan ke depan. Kita juga tetap mengatisipasi dengan mendatangkan dari Kabupaten Ende,” jelasnya.  

Sekarang ini, tutur Petrus Aran, petani sedang memanen padi di kebunnya masing-masing. Namun tetap diimbau agar mematuhi Protap pencegahan Covid-19.

TERKINI
BACA JUGA