Warga Desa Pong La’o Menduga Ada Pungli dalam Pemasangan Meteran Listrik Gratis

Ruteng, Ekorantt.com – Pemerintah Desa Pong La’o, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai menggelontorkan dana sebesar Rp111.000.000 dari Dana Desa (DD) tahun 2020 untuk bantuan meteran listrik gratis untuk 32 rumah tangga.

Namun, warga desa mencium adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam proses pemasangan meteran listrik tersebut.  

Aroma Pungli diutarakan Wilfridus Jemalus, warga RT. 002, salah satu keluarga yang menerima bantuan meteran. Wilfridus mengaku, setelah pemasangan meteran di rumahnya, salah satu petugas instalasi meminta uang sebesar Rp150.000 untuk membayar pulsa meteran.

“Saya diminta untuk memberikan uang Rp150.000, karena mereka bilang uang itu untuk menggantikan pulsa di meteran,” katanya

Ia juga menceritakan, lantaran tak memiliki uang, dirinya terpaksa meminjam uang di tetangga untuk membayar pulsa tersebut.

Hal yang sama dialami Tobias Agung (40). Ia menjelaskan, seorang petugas meminta uang kepadanya sebelum melakukan pemasangan instalasi.

“Ketika tanggal 23 Maret 2020, meteran dipasang dan saya memberikan uang sebesar Rp150.000 kepada FS. Uang itu dipergunakan untuk mengganti pulsa meteran sesuai dengan angka pulsa yang ada di meteran. Ketika pertama kali kami gunakan meteran, ternyata pulsa hanya Rp15.000,” sebutnya.

Sementara Emilia Emor (57), salah satu warga juga mengatakan, setelah pemasangan instalasi dan meteran, dirinya memberikan uang kepada seorang yang memasang meteran berinisial FS sebesar Rp100.000.

“Kata dia (FS) uang itu sebagai ganti pulsa di meteran baru,” sebut Emor.

Secara terpisah, Pejabat Sementara (PJS) Desa Pong La’o, Damasus Herong ketika dihubung Ekora NTT via telepon mengaku dirinya belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait hal tersebut.

“Saya belum mendapat laporan dari masyarakat. Setelah ini kami melakukan pertemuan untuk konfirmasi soal itu,” tutupnya.

Adeputra Moses

TERKINI
BACA JUGA