BPN Terbitkan 1.000 Sertifikat untuk Warga Desa Natarmage dan Wolokoli

Maumere, Ekorantt.com – Sekian lama warga Desa Natarmage dan Wolokoli di Kabupaten Sikka rindu untuk memiliki sertifikat tanah akhirnya segera dipenuhi Kantor Pertanahan Kabupaten  Sikka.

“Hari ini kami rapat dan selesaikan berita acara untuk menjadi dasar bagi Bupati Sikka tandatangani surat keputusan penerbitan sertifikat,” ujar Kepala BPN (Badan Pertanahan Sikka), Fransisko Viana Pareira dalam Sidang Panitia Pertimbangan Landreform (PPL) di Aula Kantor Pertanahan Sikka, Selasa (19/5/2020).

Badan Pertanahan Sikka menerbitkan sertifikat 1000 bidang tanah tersebar di Wolokoli 368 bidang dan 632 bidang di Natarmage.

Fransisko mengatakan, ketimpangan penguasaan aset (tanah) telah menyebabkan banyak masyarakat dan petani tidak memiliki tanah. Meski mereka punya potensi menggarap tanah, tetapi tidak punya tanah.

Karena itu, Perpres Nomor 88 tahun 2018 mengintruksikan kepada ATR/BPN untuk melakukan percepatan pendistribusian tanah-tanah negara yang dibiarkan terlantar, tanah negara bebas atau tanah negara yang dikuasai badan hukum namun dibiarkan terlantar tetapi dikuasai oleh masyarakat.

“Tanah di Desa Natarmege dan Wolokoli sudah dikuasai oleh masyarakat, tetapi belum punya sertifikat. Karena itu, sidang PPL hari ini untuk memastikan orang-orang yang akan terima sertifikat,” ujar Fransisko.

Ia mengingatkan, seseorang tidak diperkenankan memiliki dua bidang tanah yang berbatasan langsung. Namun, diperbolehkan mendapat dua bidang dalam lokasi berlainan.

Fransisko mengatakan, sidang PPL menjadi dasar penerbitan sertifikat. Sebelum berita acara diserahkan kepada Bupati Sikka ditandatangani, semua informasi dan data harus lengkap.

Tujuan program Redis, demikian Fransisko, bukan sekadar bagi-bagi serifikat. Redis harus menjadi media yang memberi akses modal kepada masyarakat menjadikan sertifikat sebagai jaminan mendapat modal usaha dari bank.

“Redis 2019 di Desa Ipir sudah ada yang dapat akses modal dan sudah mulai berusaha. Ini atas kerja sama BPN dan Bank NTT. Kita berharap sidang PPL hari ini, pada 2021 minimal di satu desa ada satu yang mendapat kredit dari perbankan. Keterlibatan kita beri pembinaan dan awasi jangan sampai dia wanprestasi dan sertifikatnya disita,” kata Fransisko.

TERKINI
BACA JUGA