Pengoperasian Kembali Kapal Pelni ke Maumere Tunggu Izin Pemkab Sikka

Maumere, Ekorantt.com – Pengoperasian kembali kapal milik PT Pelni ke wilayah Maumere masih menunggu surat resmi terkait izin masuk dari Pemerintah Kabupaten Sikka.

Penghentian operasional dilakukan atas dasar Surat Bupati Sikka kepada Kementerian Perhubungan RI. Penghentian sementara itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.

Ditemui di ruang kerjanya pekan lalu, Kepala Cabang Pelni Maumere, Surahman mengatakan, pihaknya sudah menyurati Bupati Sikka pada 22 Juni 2020 terkait izin pengoperasian kapal di pelabuhan PT Pelni.

“Kami membuat surat itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PN 41 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid 19 dan acuan lainnya,” sebut Surahman.

Setelah berkirim surat, kata Surahman, pihaknya mendapat undangan dari Bupati Sikka untuk memaparkan ihwal protokol kesehatan dari pembelian tiket hingga selama berlayar dengan kapal Pelni.

“Kami juga sudah kerja sama dengan stakeholder dari pelabuhan, bagaimana mengatasi penumpang. Saya sudah jelaskan tapi belum ada jawaban,” kata Surahman.

“Kami menegaskan Pelni tidak akan menjual tiket apabila dokumen penumpang tidak lengkap, terutama pada saat membeli tiket harus ada rapid test. Setelah ada rapid test, baru diberikan tiket dan pembatasan penumpang yang ada,” tambahnya.

Ia mengakui, sampai saat ini kapal milik PT Pelni tetap beroperasi di wilayah NTT, hanya ke wilayah yang tidak dilarang.

Ditegaskan lagi, pihaknya tidak akan membiarkan kapal masuk ke wilayah Maumere, baik KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Umsini, KM Sirimau, sebelum ada surat keputusan dari pemerintah setempat.

Sebelumnya Penjabat Sekda Kabupaten Sikka, Wihelmus Sirilus, dalam rapat di sekretariat posko Covid-19 Sikka 24 Juni 2020, menekankan bahwa PT Pelni Maumere harus benar-benar menerapkan protokoler kesehatan Covid-19 dan membatasi jumlah penumpang sekitar 50 persen.

“Kalau kami mengatakan cukup yang berangkat, maka yang keluar dari Maumere ke Makassar supaya Pelni aktivitas jalan terus. Nanti kalau bulan Oktober, baru diterima yang dari Makasar ke Maumere. Kita masih trauma sekarang,” ungkap Sirilus.

“Ada lagi yang namanya penumpang tidak jelas. Ini Pak kepala Pelni harus koreksi. Laporan data Pelni itu berubah-berubah dari waktu ke waktu. Dengan kejadian ini kita perlu pertegas kembali,” tambahnya.

TERKINI
BACA JUGA