Maumere, Ekorantt.com – UKM Ina Du’a Asesoris berlokasi di Jalan Manuwait, Nita Pleat Desa Nita Kecamatan Nita Kabupaten Sikka manfaatkan sampah berupa kulit jagung, tongkol jagung jadi asesoris yang cantik seperti anting, kalung dan lain-lain.
“Sekarang ini kan musim panen jagung dan banyak kulit jagung berserakan dan hasil akhirnya dibakar. Saya coba utak-atik kulit jagung dan jadikan asesoris anting yang cantik,” ujar Ketua UKM Ina Du’a Asesoris, Martha Koting kepada Ekora NTT Selasa 13 April 2021.
UKM Ina Du’a kata Martha, didirikan tahun 2016 dengan jumlah 7 anggota, dirinya sebagai ketua dan 6 anggota lainnya yang masih dalam lingkaran keluarga.

Awal usaha lanjut Martha, asesoris yang dihasilkan dari kain percah tenun ikat.
“Kain sisa jahitan dari penjahit atau kalau orang jahit baju sarung dan sisa kain yang sudah tidak digunakan kami minta untuk buat asesoris,” jelas Martha.
Yang dihasilkan dari percah tenun ikat katanya lagi adalah tas, anting, kalung, gelang, soking (tusuk konde), gantungan kunci, hiasan dinding dan bros.
“Selain itu dari percah kain tenun juga dibuat strap masker, bandana, sirkam, topi dan rosario,” ujar Martha.
Anggota UKM lainnya, Ririn Leba menambahkan soal pemasaran dari asesoris dilakukan secara online dan offline.
“Wilayah pemasaran di NTT dan luar NTT. Ada juga permintaan dari orang Sikka yang berada di Malaysia,” terang Ririn sembari mengatakan yang paling diminati oleh pembeli adalah kalung, anting, gelang, bandul dan tas.
Yuven Fernandez












