Maumere, Ekorantt.com – Pemilik mebel UD Nekmese, Agustinus Nana Beria menyegel gedung SMA Negeri Kangae, Kabupaten Sikka, Senin, 4 September 2023. Hal ini buntut tunggakan biaya material dan upah kerja sejak Juli 2022 hingga sekarang senilai Rp131 juta.
Panitia pembangunan gedung darurat SMAN Kangae diduga menunggak utang terkait pembangunan ruang kelas dan kantor darurat yang dikerjakan UD Nekmese.
Agustinus mengatakan, pihaknya bersama Camat Kangae Erik Hermianus dan Kepala Sekolah SMA Negeri Kangae Laurensius Blupur, telah membuat kesepakatan bersama untuk mencicil utang selama kurang setahun, sejak 8 Agustus 2023-Agustus 2024. Namun, panitia belum membayar.
“Hari ini saya datang menagih utang, karena pihak panitia pembangunan gedung darurat SMA Negeri Kangae belum membayar utang sebesar Rp131 juta, sehingga terpaksa hari ini segel,” ujarnya.
Ia menuturkan, pada 3 Desember 2021, dirinya bersama panitia pembanguan SMAN Kangae menyepakati pembangunan delapan ruangan terdiri dari ruang kelas, ruang kantor, dan WC dengan total biaya sebesar Rp187.000.000.
Sesuai rencana, lanjut Agustinus, gedung darurat sekolah itu dibangun oleh UD Nekmese. Sementara panitia pembangunan akan mencicil pembayaran selama dua tahun.
Kata Agustinus, usai proses pembangunan, panitia baru membayar Rp56 juta dan masih menunggak utang sebesar Rp 131 juta
“Panitia pembangunan tidak membayar utang sejak Juli tahun 2022 sampai dengan hari ini,” tuturnya.
Ia berharap panitia segera membayar tunggakan utang tersebut sehingga bisa dipakai untuk kelanjutan bisnisnya.
Agustinus pun kemudian melaporkan pihak panitia pembangunan gedung darurat SMA Negeri Kangae ke Polsek Kewapante.
Kapolsek Kewapante melalui Kanit SPKT 2 Hery Selan, yang menerima laporan Agustinus, mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil para pihak untuk memberikan klarifikasi.
Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri Kangae, Laurensius Blupur enggan memberikan komentar.













