Tiga Penambal Ban di Sikka Bicara Modal Awal Mereka Saat Buka Usaha Bengkel

Untuk membuka usaha bengkel ban kendaraan bermotor butuh modal awal yang juga bervariasi. Demikian pula pemasukan, berbeda-beda untuk setiap orang.

Maumere, Ekorantt.com – Usaha bengkel ban kendaraan bermotor tersebar di sejumlah titik di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Bahkan usaha ini sudah masuk ke wilayah kecamatan hingga desa.

Skala usahanya pun mulai dari yang kecil hingga yang berskala besar. Dari yang pelayanannya terbatas hingga pelayanan yang paketnya lengkap.

Untuk membuka usaha bengkel ban kendaraan bermotor butuh modal awal yang juga bervariasi. Demikian pula pemasukan, berbeda-beda untuk setiap orang.

Adalah Heronimus, 58 tahun, membuka bengkel ban di Jalan Nong Meak, Kampung Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Heronimus membuka usaha bengkel dengan modal awal Rp18 juta. Modal awal ini dipakai untuk biaya pengerjaan bangunan bengkel dan membeli kompresor serta peralatan bengkel yang lain.

Bengkel ban milik Heronimus melayani tambal ban, isi angin, ganti ban, ganti rantai, ganti oli, dan servis ringan lainnya.

Untuk pendapatan, Heronimus bisa meraup Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per hari. Kalau sepi pelanggan, dia hanya mengantongi pemasukan Rp100 per hari.

Berbeda dengan Heronimus, Markus Fernandez, 42 tahun, membuka usaha bengkel ban kendaraan bermotor dengan modal awal Rp30 juta.

Modal awal, lanjut Markus, sebenarnya tidak membengkak hingga Rp30 juta. Itu terjadi karena ia mengontrak bangunan bengkel, ditambah dengan belanja perlengkapan bengkel.

Markus tidak membeli semua perlengkapan dan alat bengkel pada awal usaha. Perlengkapan bengkel dibeli satu per satu sesuai dengan kondisi keuangan yang minim.

Ongkos kerja tambal ban sepeda motor berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Sedangkan ban mobil, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp300 ribu. Servis ringan lainnya dipatok harga Rp5 ribu hingga Rp15 ribu.

Dari sisi pendapatan, Markus bisa meraup Rp300 ribu hingga Rp500 ribu dalam sehari bila ramai pelanggan. Kalau sepi, pendapatan berkisar di Rp150 ribu sampai Rp200 ribu.

Sementara itu, Ansel Rizal, 31 tahun, telah mengembangkan usaha bengkel ban selama sembilan tahun, sejak 2015 lalu.

Ia menjalankan bengkel ban dengan modal Rp15 juta saat awal membuka usaha tersebut. Mulanya karena hobi, tapi usaha bengkel ban telah menjadi tumpuan hidupnya.

Ia bilang dalam sehari, pemasukannya bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari, bergantung pada jumlah pelanggan.


Jurnalis Warga: Ensy Oktaviana & Sisilia Jaru

TERKINI
BACA JUGA