Maumere, Ekorantt.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sikka kekurangan blangko untuk pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.
Kebutuhan blangko KTP Elektronik di Sikka sejauh ini mencapai 15 ribuan keping.
“Kita ajukan hanya 10 ribu blangko KTP, tapi kita dapat hanya 6 ribu. Itu pun masih kurang untuk cetak KTP karena permintaan pembuatan KTP masih tinggi, seperti perubahan alamat, agama, status perkawinan, pekerjaan, dan lainnya,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sikka, Putu Botha kepada Ekora NTT, Senin, 3 Maret 2025.
Putu menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan data terbaru untuk kepentingan mendesak dapat mengajukan pencetakan biodata di kantor Disdukcapil Sikka.
“Biodata ini juga memiliki fungsi yang sama dengan e-KTP. Nanti kalau blangko sudah ada baru dicetak e-KTP,” jelasnya.
Disdukcapil Sikka telah mengajukan penambahan blangko ke Kementerian Dalam Negeri melalui Pemerintah Provinsi NTT.
“Kami sudah buat surat kuasa melalui perwakilan Kemendagri di NTT untuk tambahan blangko. Nanti mereka kirim lewat jasa pengiriman JNE,” ujar Putu.
Ia menerangkan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan identitas kependudukan digital (IKD) sebagai alternatif.
Namun kendalanya, masih ada masyarakat tidak memiliki handphone android. Karena itu, blangko masih dibutuhkan.
“Dengan IKD masyarakat tetap bisa mengakses layanan meskipun KTP fisik rusak atau buram. IKD juga memudahkan administrasi dan lebih fleksibel,” terangnya.
Dalam kegiatan sosialisasi dan pelayanan, kata Putu, petugas selalu mengarahkan warga untuk mengaktivasi IKD.
“Kita arahkan instal aplikasi IKD dulu. Nanti aktivasi di kantor Disdukcapil,” ujarnya.
Putu menambahkan, meski kekurangan stok blangko, pelayanan berjalan dengan normal. Setiap hari warga datang untuk mengurus dokumen kependudukan, seperti, KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan lainnya.











