Mbay, Ekorantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Nagekeo pada 2 hingga 4 April 2025.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur NTT meninjau sejumlah lokasi strategis, termasuk Bendungan Lambo dan Tambak Garam di Waekokak.
Salah satu fokus dari kunjungan ini adalah peluncuran beras Nagekeo, produk unggulan BUMDes Marapokot.
Selanjutnya, Gubernur Melki mengunjungi Rumah Produksi BUMDes Marapokot di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Di situ, ia meluncurkan beras Nagekeo, yang merupakan salah satu produk unggulan BUMDes Marapokot.
“Saya dengan bangga me-launching resmi beras Nagekeo yang merupakan produk unggulan BUMDes Marapokot,” kata Melki.
Selain meluncurkan beras Nagekeo, ia juga menghibahkan tanah milik Pemerintah Provinsi NTT seluas kurang lebih 7.000 meter persegi. Tanah ini selama ini telah dimanfaatkan sebagai lokasi produksi BUMDes Marapokot.
“Kami berharap BUMDes Marapokot dapat lebih meningkatkan hasil produksinya,” ujar Melki.
Ia mengapresiasi kebijakan BUMDes Marapokot yang berpihak pada petani lokal. Kebijakan ini ditunjukkan dengan harga pembelian gabah yang lebih tinggi dari standar nasional.
“Harga gabah nasional ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sementara BUMDes Marapokot berani membeli dengan harga Rp7.500 per kilogram. Ini adalah kebijakan pro-rakyat yang sangat membanggakan,” kata Melki.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk lebih mencintai produk lokal, khususnya beras Nagekeo, serta produk-produk UMKM lainnya.
Melki berharap dukungan masyarakat akan semakin memperkuat keberlanjutan produksi BUMDes Marapokot dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk mendukung dan mencintai produk lokal, terutama beras Nagekeo, agar BUMDes Marapokot dapat terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kita,” pungkasnya.