Perayaan HAN di Ngada, Komitmen Bersama Cegah Kekerasan terhadap Anak

Tamba mengatakan momentum tersebut untuk mengingatkan orang tua, pemerintah, gereja, serta publik dalam upaya menekan kasus kekerasan terhadap anak.

Bajawa, Ekorantt.com – Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten Ngada dilaksanakan penuh semarak di aula MBC Bajawa pada Jumat, 25 Juli 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerja sama dengan Kevikepan Bajawa itu melibatkan ratusan anak-anak.

Sementara dari unsur pemerintah dihadiri Asisten 2 Ngada Nicolaus Noywuli, Ketua DPRD Ngada Romilus Juji didampingi Vikep Bajawa Romo Gabriel Idrus.

Program Manager Zonal WVI, Portunatas Tamba, mengatakan kegiatan itu bertujuan membuka ruang ekspresi atau rasa kegembiraan anak melalui tarian, drama, menyanyi, dan lain-lain.

“Tujuan utamanya yakni memberikan sukacita pada anak selama perayaan. Ini juga butuh peran orang dewasa,” kata Tamba.

Tamba mengatakan momentum tersebut untuk mengingatkan orang tua, pemerintah, gereja, serta publik dalam upaya menekan kasus kekerasan terhadap anak.

“Persoalan anak di sini masih banyak sekali, baik kekerasan seksual, fisik, psikis hingga penelantaran anak,” tutur dia.

Terhadap persoalan itu, WVI sendiri telah beraudiens dengan pemerintah setempat untuk membahas secara khusus kasus kekerasan anak dan mencari solusi pencegahan.

WVI juga menyoroti kasus kekerasan terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan hingga pengusiran dari kampung.

“Ini perlu edukasi yang lebih sehingga masyarakat memahami tentang hak perempuan dan anak. Mereka perlu dilindungi bukan diusir dari kampung,” katanya.

Ia menambahkan kerja sama semua pihak mesti digalakkan untuk menekan angka kekerasan anak maupun terhadap perempuan. Pihaknya mendorong perlu melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah kasus tersebut.

Romo Gabriel Idrus dalam kotbah saat memimpin perayaan misa hari anak, mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak tidak saja menjadi tanggung jawab orang tua, namun semua pihak termasuk gereja dan pemerintah.

“Kita hadir mendampingi anak-anak dari dalam rumah, sekolah dan dalam kegiatan seperti ini, anak harus dimaknai sebagai tugas pelayanan, perutusan dan tanggung jawab,” katanya.

Romo Idrus menyatakan bahwa pendampingan terhadap anak membawa berkat bagi orang maupun siapa saja yang terlibat dalam peran melindungi anak.

“Sehingga penting melindungi dan menyambut anak, karena saat menyambut mereka sama saja menyambut Tuhan,” ungkapnya.

Banyak anak saat ini, kata dia, masih mengalami perundungan, pelecehan dan kekerasan fisik, perkawinan anak di bawah umur, anak ditinggalkan oleh orang tua hingga permasalahan anak tidak mendapat pengasuhan dengan baik.

“Kejadian ini masih butuh perhatian semua pihak,” ujarnya.

Sesuai data Rumah Tahanan Bajawa, kasus kekerasan anak menempati posisi pertama yakni terdapat 50 kasus dari 117 kasus warga binaan. Bahkan para pelaku merupakan orang dekat korban.

“Ironis sekali kasus kekerasan pada anak menempati posisi pertama.”

Sementara itu, Asisten 2 Ngada, Nicolaus Noywuli, berharap semua pihak peduli dan membantu pemerintah dalam mencegah kasus kekerasan pada anak.

“Anak adalah pewaris masa depan baik untuk pemerintah maupun gereja, sehingga peran semua pihak untuk menjaga dan menumbuhkan perkembangan anak,” kata Nicolaus.

Ia menyatakan, Pemkab Ngada terus berupaya dan mendorong kabupaten layak anak melalui sejumlah kebijakan yang ada.

“Kami mengapresiasi kepada Wahana Visi Indonesia yang terus berkolaborasi bekerja sama dengan pemerintah melalui berbagai kegiatan termasuk urusan tentang anak,” katanya.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img