Tunggakan Rekening Air Perumda Tirta Kelimutu Capai Rp14 Miliar

Menurutnya, saat ini pemerintah kabupaten sedang menghadapi berbagai pengeluaran rutin yang harus diutamakan, sehingga pembayaran tunggakan harus melalui proses antrean.

Ende, Ekorantt.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kelimutu di Kabupaten Ende mencatatkan tunggakan rekening air pelanggan yang mencapai Rp14 miliar.

Hal ini mengakibatkan Perumda tersebut belum dapat memberikan kontribusi maksimal kepada Pemerintah Kabupaten Ende.

“Kendala masih ada utang pelanggan sebesar Rp14 miliar, masih banyak pelanggan yang belum bayar rekening air,” jelas Direktur Umum Perumda Tirta Kelimutu Ende, Donata M.A. Ladapase kepada Ekora NTT pada Jumat, 25 Juli 2025.

Menurut Donata, tunggakan ini merupakan akumulasi dari sepuluh tahun terakhir. Salah satu yang paling mencolok adalah tagihan rekening air dari instansi pemerintah yang tercatat memiliki tunggakan sebesar Rp85 juta.

Ia menjelaskan, instansi-instansi di kantor daerah sudah membayar, kecuali Puskesmas yang hingga kini masih belum melunasi tagihan.

“Semua instansi yang ada di kantor daerah, termasuk rumah dinas, kalau Rujab sudah dibayar,” lanjutnya.

Kendati begitu, ia mengungkapkan bahwa banyak yang masih belum memenuhi kewajiban.

Sementara itu, pihak Perumda Tirta Kelimutu tengah gencar melakukan penagihan dengan metode door to door untuk menagih tunggakan pelanggan yang belum membayar.

Donata menyatakan, Perumda tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga berharap agar pelanggan lebih taat dalam membayar tagihan rekening air mereka, yang saat ini tercatat sebanyak 15.212 pelanggan, dengan rincian 12.509 pelanggan aktif.

“Sekitar 3000-an pelanggan yang tidak bayar dan sudah di cabut meterannya karena tunggakan,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menanggapi soal tunggakan rekening air pada instansi pemerintah yang menjadi salah satu faktor penyebab kerugian Perumda Tirta Kelimutu.

Kepada Ekora NTT pada Senin, 28 Juli 2025, ia menegaskan, masalah tersebut tidak perlu dipersoalkan lebih lanjut.

“Ini kan (Perumda) punya kita juga, jadi tidak perlu dipersoalkan yang penting Rp85 juta nggak bikin dia hancur,” ujar Bupati Yosef.

Ia menambahkan, masih banyak tagihan rekening air lainnya yang belum ditagih, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan tunggakan yang ada.

“Masih banyak tagihan rekening air yang belum dia tagih, justru banyak sekali,” tambah Bupati Yosef.

Saat ditanya mengenai pernyataan Donata bahwa tunggakan rekening air pada instansi pemerintah menjadi salah satu penyebab kerugian Perumda, Bupati Yosef dengan tegas membantahnya.

“Ngarang dia, dari dulu dia rugi terus dari dulu nggak untung-untung,” tegas Bupati Yosef.

Bupati Yosef bilang, pemerintah daerah akan segera melunasi tunggakan itu saat Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersedia.

“Bayarnya tinggal tunggu waktu saja, PAD masuk kita bayar,” kata Yosef.

Menurutnya, saat ini pemerintah kabupaten sedang menghadapi berbagai pengeluaran rutin yang harus diutamakan, sehingga pembayaran tunggakan harus melalui proses antrean.

“Kita masih milah-milah, jadikan ada banyak GU (ganti uang), banyak pengeluaran rutin dari bagian lain banyak, pokoknya antrean-lah bayarnya, kita kan tidak punya banyak duit, jadi perlu hati-hati juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Yosef menekankan, pemerintah daerah terus berupaya mencari pendapatan untuk membayar kewajiban yang ada.

“Kita pemerintah kan cari uang, ketika dapat kita bayar,” tambahnya.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img