Pemkab Sikka Terapkan Kebijakan Belajar dari Rumah Antisipasi Abu Vulkanik Lewotobi

Selama penerapan belajar dari rumah, kata Very, guru tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui metode daring atau luring terbatas sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Maumere, Ekorantt.com Pemerintah Kabupaten Sikka, menerapkan kebijakan belajar dari rumah (BDR) sebagai respons terhadap dampak abu letusan gunung berapi Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Very Awales mengatakan, kegiatan belajar dari rumah mulai berlaku sejak Sabtu, 2 Agustus 2025.

Hal itu mengacu pada surat edaran yang  dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Germanus Goleng. Pembelajaran dari rumah berlaku bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SLTP.

Kebijakan belajar dari rumah juga sejalan dengan imbauan Bupati Sikka tentang antisipasi dampak Letusan Lewotobi terhadap aktivitas masyarakat.

Selama penerapan belajar dari rumah, kata Very, guru tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui metode daring atau luring terbatas sesuai kondisi wilayah masing-masing.

“Masa pelaksanaan BDR akan dievaluasi setiap hari berdasarkan informasi resmi dari PVMBG, BPBD, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Orang tua/wali diharapkan memastikan anak-anak tetap berada di rumah, mengenakan masker bila beraktivitas di luar, dan menjaga kesehatan selama masa darurat ini.

Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami letusan dahsyat  pada Jumat pukul 01:05 Wita dengan tinggi kolom abu sekitar 18 ribu meter.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut.

Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago meminta masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

“Gunakan perlindungan diri seperti masker, kacamata pelindung, dan penutup kepala, hidung-mulut saat berada di luar rumah untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” kata dia.

Ia mengingatkan tutup rapat sumber air bersih, sumur dan penampungan air, untuk mencegah pencemaran abu vulkanik. Segera bersihkan tubuh, pakaian, dan peralatan setelah beraktivitas di luar ruangan.

Ia meminta untuk lindungi kelompok rentan (anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan) dengan membatasi paparan udara luar. Jaga kebersihan udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela serta menggunakan penyaring udara bila tersedia.

“Jangan menyebarkan hoaks. Pastikan setiap informasi yang dibagikan berasal dari sumber resmi dan terpercaya,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img