Bupati Ende Cup Dongkrak Ekonomi Kecil, Pedagang Asongan Panen Rezeki

Sementara itu, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengklaim pendapatan selama perhelatan Bupati Ende Cup menembus Rp1 miliar.

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende Cup Tahun 2025 tidak sekadar sebagai turnamen sepak bola. Turnamen ini juga telah mendatangkan keuntungan para pedagang asongan.

Stadion Marilonga yang ramai selama turnamen berlangsung, menjadi tempat para pedagang asongan menjajakan barang dagangannya. Mereka hadir untuk memenuhi kebutuhan penonton yang ikut mendukung tim kebanggaan mereka masing-masing.

Begitu sebaliknya, kehadiran ribuan penonton yang memadati Stadion Marilonga Ende membawa berkah bagi para pedagang untuk mengais rezeki.

“Alhamdulillah barang yang saya bawa itu habis terjual, tersisa hanya sedikit saja,” tutur Nurmin Abdurahman, 52 tahun, warga Kecamatan Ende Utara, Kamis malam, 31 Juli 2025.

Nurmin hadir setiap kali jadwal pertandingan antarkecamatan di stadion itu. Ia menjual air mineral, pop mie, kacang, dan kopi.

“Kalau saya setiap malam itu saat sepi bisa mencapai 1 juta rupiah. Kalau ramai bisa lebih sampai 2 juta rupiah,” kata Nurmin.

Ibu tiga anak ini mengaku senang, karena perhelatan turnamen Bupati Ende Cup tahun 2025 memberinya keuntungan lebih besar ketimbang berjualan di Pasar Mbongawani setiap hari dengan pendapatan berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Nurmin berharap agar kegiatan serupa terus diselenggarakan karena sangat membantu dia dan pedagang lainnya.

“Kalau kami pedagang asongan di sini berharap kegiatan olahraga seperti ini berjalan terus, termasuk ETMC kalau bisa terjadi di Ende,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Nurdin, dengan harapan turnamen sepak bola tingkat NTT dapat terselenggara di Ende.

Dalam sekali pertandingan pada turnamen Bupati Ende Cup, ia membawa pulang uang Rp1 juta hingga Rp2 juta lebih, dengan modal yang dikeluarkan sebesar Rp500 ribu.

“Alhamdulillah ya bisa dapat rezeki yang banyak di sini,” kata dia

Koordinator Pedagang Asongan di Stadion Marilonga Ende, Gasim Rahman (46) menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Ende yang sudah melibatkan pedagang dalam turnamen itu.

“Kami pedagang asongan merasa sangat membantu dengan adanya turnamen ini,” ujar Gasim.

Ia menyebutkan, sebanyak 49 pedagang terdaftar dalam kelompok pedagang asongan di Stadion Marilonga. Mereka berjualan sejak pertandingan mulai bergulir hingga partai final pada Minggu, 3 Agustus 2025.

“Berjualan di sini gratis tanpa ada pungutan dari Pemerintah Kabupaten Ende,” tutur dia.

Pendapatan Tembus Rp1 Miliar

Sementara itu, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengklaim pendapatan selama perhelatan Bupati Ende Cup menembus Rp1 miliar.

Ia menyatakan sepak bola telah memberikan peluang tersendiri bagi pemain dan penyelenggara, termasuk pedagang asongan.

“Karena akan menjadi lebih bergengsi serta lebih banyak pemasukan baik itu dari sisi tiket, parkir, sponsor, UMKM, dan sektor lainnya,” kata Bupati Ende Yosef saat acara penutupan turnamen sepak bola di Stadion Marilonga Ende, Minggu, 3 Agustus 2025.

Dari sisi prestasi, disebutkan bahwa tidak saja menjaring bibit-bibit pemain sepakbola, turnamen ini memperlihatkan semangat juang yang ditampilkan masing-masing tim.

Bupati Yosef memberikan catatan khusus terhadap kualitas dan ketegasan wasit serta ketertiban dan keamanan para penonton.

Tim dari Kecamatan Ende Selatan merayakan kemenangan setelah mengalahkan tim Kecamatan Maukaro pada laga final Bupati Ende Cup 2025 di Stadion Marilonga, Minggu, 3 Agustus 2025 (Foto: Antonius Jata/Ekora NTT)
Tim dari Kecamatan Ende Selatan merayakan kemenangan setelah mengalahkan tim Kecamatan Maukaro pada laga final Bupati Ende Cup 2025 di Stadion Marilonga, Minggu, 3 Agustus 2025 (Foto: Antonius Jata/Ekora NTT)

“Catatan yang menjadi perhatian kita ke depan agar persoalan perwasitan segera dibenahi. Masalah kualitas, ketegasan, dan kewibawaan wasit menjadi perhatian utama kita,” tutur dia.

Untuk diketahui, Bupati Ende Cup melibatkan 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Ende. Kecamatan Ende Selatan keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan tim dari Kecamatan Maukaro di partai final.

Sedangkan juara ketiga diraih dua tim yakni dari Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Ende Tengah karena terjadinya force majeure pada saat pertandingan memperebutkan juara tiga pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img