Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka kembali menyelenggarakan Festival Jelajah Maumere pada 17–20 September 2025 mendatang.
Tahun ini, panitia mengangkat tema Wini Ronan atau Lumbung Benih. Festival ini dipandang sebagai wadah penggalian nilai-nilai budaya dalam isu pangan.
Kepala Disparbud Sikka, Even Edomeko menjelaskan, tema Wini Ronan dipilih karena erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat agraris.
“Budaya kita secara umum berkaitan dengan aktivitas pertanian, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen dan pasca panen. Di dalamnya termuat tradisi-tradisi seperti ritual, nyanyian, dan tari-tarian,” kata Even kepada Ekora NTT, Kamis, 28 Agustus 2025.
Even bilang, modernisasi di sektor pertanian telah mengikis sejumlah tradisi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tradisi seperti sako seng—nyanyian bersama saat proses pembersihan kebun dan gelepu, yakni tradisi komunikasi dengan hama untuk mengusir mereka dari kebun, kini kian sulit ditemukan.
“Sekarang banyak orang pakai traktor, lalu ambil pupuk dan obat (pestisida) di toko, tapi lupa kalau ada tradisi nenek moyang kita terkait itu,” jelasnya.
Lebih jauh, Even mengatakan, isu pangan sudah menjadi persoalan global yang harus ditanggapi secara serius. Festival ini menjadi cara pendekatan lewat kesenian dan kebudayaan untuk membicarakan isu itu.
“Kita mendekatinya lewat kesenian dan kebudayaan, berusaha menggali aspek budaya dalam pangan,” kata dia.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, terutama yang berkaitan dengan pangan, Festival Jelajah Maumere juga dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal serta menjadi sarana promosi pariwisata Kabupaten Sikka.
Disparbud Sikka merajut kolaborasi lintas sektor. Selain dengan instansi pemerintahan, pihaknya juga menggandeng perguruan tinggi dan komunitas-komunitas lokal yang bergerak di bidang kesenian dan pangan.
“Dari IFTK Ledalero akan menayangkan film animasi tentang Du’a nalun pare, legenda dewi padi khas Kabupaten Sikka,” ujar Even, menyebut salah satu bentuk kolaborasi yang tengah disiapkan.
Ia mengaku telah berkeliling ke sejumlah kampus di Maumere untuk menjajaki kerja sama.
Kendati demikian, Even belum mengungkap secara rinci isi dari festival karena seluruh rangkaian acaranya masih dalam tahap perencanaan.