Pokdarwis Nuha Waibalun Siap Kelola Potensi Wisata Pulau Waibalun

Lurah Kelurahan Waibalun, Alfonsus Tadon Tukan Betan, mengatakan, pembentukan Pokdarwis Nuha Waibalun merupakan inisiatif masyarakat guna mengelola potensi wisata yang selama ini belum dikelola secara optimal.

Larantuka, Ekorantt.com – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nuha Waibalun resmi dikukuhkan dan siap mengelola aset wisata Pulau Waibalun yang terletak di Kelurahan Waibalun, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lurah Kelurahan Waibalun, Alfonsus Tadon Tukan Betan, mengatakan, pembentukan Pokdarwis Nuha Waibalun merupakan inisiatif masyarakat guna mengelola potensi wisata yang selama ini belum dikelola secara optimal.

“Sebab itu, masyarakat membentuk Pokdarwis agar aset wisata ini dapat dikelola,” kata Tadon kepada Ekora NTT pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Pengukuhan Pokdarwis dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Flores Timur, Silvester Ongo Toa Kabelen, dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kelurahan Waibalun pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia menambahkan, Pulau Waibalun menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama saat prosesi Semana Santa. Pulau ini juga menyimpan kekayaan alam yang belum tergarap maksimal.

Tadon menjelaskan, komposisi anggota Pokdarwis didominasi oleh kaum muda. Total terdapat 45 anggota termasuk badan pengurus, dengan harapan kelompok ini bisa menjadi ruang kreatif untuk generasi muda dalam mengembangkan potensi wisata.

“Diharapkan, Pokdarwis tidak hanya sebagai wadah untuk orang muda berkumpul tetapi juga bisa menjadi kelompok untuk bisa membawa perubahan ke depan,” ujar Tadon.

Ia menegaskan, pihak kelurahan siap bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk LSM, untuk melakukan konservasi terumbu karang sebagai daya tarik wisata bahari di Pulau Waibalun.

Kepala Dinas Pariwisata Flores Timur, Silvester Ongo Toa Kabelen, mengapresiasi inisiatif kaum muda di Kelurahan Waibalun dalam membentuk Pokdarwis.

Menurut Silvester, Pulau Waibalun yang terletak di selatan kelurahan menyimpan banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik unggulan daerah.

“View keliling Pulau Waibalun sebenarnya sangat menarik. Sehingga pola kedatangan bisa diatur sedemikian rupa untuk bisa mengelilingi pulau. Bisa diatur masuk lewat belakang dan kembalinya lewat depan,” kata Silvester kepada Ekora NTT pada Jumat, 29 Agustus 2025, di ruang kerjanya.

Ia merinci sejumlah spot wisata potensial di pulau tersebut, antara lain panorama alam yang menarik, keberadaan Patung Yesus Gembala yang Baik yang cocok untuk wisata rohani, serta kekayaan biota laut seperti terumbu karang dan ikan berwarna-warni yang bisa dikembangkan menjadi wisata bahari.

Silvester menekankan pentingnya pengelolaan yang baik oleh komunitas lokal agar potensi tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta menjadi sumber pendapatan bagi kelurahan dan daerah.

“Pelataran JTP talaud abrasi yang sudah dibangun dapat menjadi suatu aktivitas pariwisata yang baru,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar pelataran tersebut dijadikan pusat kegiatan seni dan hiburan masyarakat.

“Bisa dibangun panggung kesenian yang mana bisa jadi pusat keramaian di situ, sehingga konsentrasi masyarakat pada hari-hari tertentu semisal malam mingguan bisa diarahkan ke pelataran itu dengan view Pulau Waibalun. Dengan demikian dapat membangkitkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.

Saat ini, Disparbud Flores Timur telah membangun beberapa fasilitas pendukung di Pulau Waibalun, antara lain Jembatan Tambatan Perahu (JTP), toilet, dan pos jaga. Diharapkan, fasilitas ini dapat dikelola oleh Pokdarwis agar tetap terawat dan tidak terbengkalai.

“Sehingga peluang itu kita tangkap melalui pengukuhan Pokdarwis ini. Kelompok ini bisa bergerak melakukan penataan dan pemeliharaan lebih lanjut dengan tetap menjaga aspek keberlanjutan dari potensi wisata yang ada,” tutup Silvester.

Lebih lanjut, Silvester meminta agar Pokdarwis Nuha Waibalun segera mendata perahu milik masyarakat yang selama ini digunakan untuk melayani wisatawan.

“Perahu yang ada di situ selama ini ada sekitar empat yang digunakan untuk melayani wisatawan. Kemarin saat pengukuhan saya minta agar perahu-perahu yang ada diinventarisi agar bisa disesuaikan dengan standar pelayanan yang nyaman bagi pengunjung,” pungkasnya.

Dengan pengukuhan Pokdarwis Nuha Waibalun, masyarakat Kelurahan Waibalun kini memiliki harapan baru untuk mengembangkan potensi wisata Pulau Waibalun secara berkelanjutan dan profesional.

TERKINI
BACA JUGA
spot_img
spot_img