Tambolaka, Ekorantt.com – Pembalap asal Aljazair, Youcef Reguigui berhasil meraih podium pertama pada etape kelima lomba balap sepeda internasional Tour de EnTeTe, yang digelar pada Senin, 11 September 2025.
Dalam perlombaan yang menempuh jarak sekitar 176 kilometer dari Waingapu, Sumba Timur, hingga Tambolaka, Sumba Barat Daya, Youcef mencatatkan waktu tempuh 4 jam, 14 menit, dan 31 detik.
Di belakang Youcef, dua pembalap Indonesia turut mengukir prestasi membanggakan. Reza Maulana menempati posisi kedua, disusul oleh Muhammad Abdurahman di posisi ketiga.
Kepada wartawan, baik Youcef Reguigui maupun Muhammad Abdurahman mengungkapkan kesan positif terhadap lintasan balap yang mereka lalui di Pulau Sumba.
Mereka menilai lintasan Waingapu-Tambolaka sangat menarik dan menantang, ditambah lagi dengan sambutan hangat dari masyarakat setempat.
“Aku betul-betul terharu mengingat keluargaku. Ini sambutan yang luar biasa dari masyarakat Sumba. Saya bangga mengikuti event ini, bangga bertemu dengan masyarakat Sumba yang ramah semua,” kata Abdurahman dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, sepanjang lintasan balap sejak start pukul 09.00 Wita dari Waingapu, warga Sumba memadati sisi kiri dan kanan jalan, bersorak dan bertepuk tangan menyemangati para peserta. Dukungan itu menjadi energi tersendiri bagi para pembalap.
Muhammad Abdurahman pun menyatakan keinginannya untuk kembali berpartisipasi tahun depan jika Tour de EnTeTe kembali digelar.
“Saya akan kembali mengikuti balap sepeda Tour de EnTeTe pada tahun berikut jika Pemerintah NTT menyelenggarakan lagi,” tuturnya.
Sambutan meriah juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya. Bupati Ratu Wulla menggelar acara penyambutan megah di alun-alun rumah jabatan dengan panggung dan tenda spektakuler. Para pembalap disuguhi kelapa muda sebagai pelepas dahaga usai menempuh jarak jauh di bawah terik matahari.
Acara penyambutan turut dihadiri Gubernur NTT, Melki Laka Lena.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh para pembalap terhadap keindahan alam dan budaya Sumba.
Etape ini dinilai memiliki keunikan tersendiri, karena peserta melintasi lanskap eksotis seperti padang sabana, punggung bukit, hingga kawasan Taman Nasional Tanandaru di Kabupaten Sumba Tengah.
“Kami merasa bangga dan terharu mendapat sambutan luar biasa sepanjang lintasan balap sepeda mulai dari Waingapu sampai Tambolaka sejauh kurang lebih 177 kilometer. Sambutan hangat ini menambah kami lebih bersemangat memacu sepeda untuk kencang berlari meraih juara,” kata Muhammad Abdurahman.
Selain itu, ia juga mengaku senang bisa melihat langsung kekayaan budaya lokal. “Di sini saya bisa melihat langsung rumah Sumba yang atapnya tinggi menjulang dan orang-orangnya duduk di pendopo menyaksikan kami melintas,” katanya.
Dengan keberhasilan ini, etape kelima Tour de EnTeTe tidak hanya meninggalkan catatan prestasi, tetapi juga kenangan akan keramahan dan keindahan Pulau Sumba di mata dunia internasional.











