Maumere, Ekorantt.com – Sebanyak 49 ekor kuda jantan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dikirim ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, untuk memenuhi kebutuhan daging kuda serta suplai kuda pacuan.
Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Rakyat (Pelra) Wuring, Kecamatan Alok Barat, pada Selasa malam, 26 November 2025, menggunakan KLM Windi Wulandari.
Biaya pengiriman mencapai sekitar Rp500 ribu per ekor, dengan estimasi perjalanan dua malam satu hari. Total nilai ternak yang dikirim mencapai sekitar Rp750 juta.
Proses pengiriman diawasi oleh Petugas Teknis Karantina Hewan Kabupaten Sikka, Fabianus Bewo, bersama petugas KP3 Pelra Wuring untuk memastikan seluruh prosedur pengiriman ternak antar pulau dipatuhi.
Pengguna jasa pengiriman ternak, Agustinus Moses mengatakan, permintaan kuda di Jeneponto kembali meningkat setelah tiga tahun lebih pihaknya tidak bisa memenuhi kebutuhan akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) serta kendala modal usaha.
“Hewan ini dibutuhkan untuk konsumsi masyarakat dalam hajatan besar, adat (belis) dan juga untuk kuda pacu,” ujarnya.
Agustinus menjelaskan, seluruh persyaratan administrasi dan kesehatan hewan untuk lintas provinsi telah dipenuhi.
“Pada tahap yang terakhir, semua kuda yang hendak dikirim diambil sampel darah diperiksa untuk memastikan kuda yang dikirim bebas penyakit,” katanya.
Ia menambahkan, kuda-kuda yang dikirim merupakan kuda lokal yang dibeli dari berbagai wilayah di Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Harga per ekor berkisar Rp15 juta hingga lebih dari Rp20 juta, dengan bobot antara 160 hingga 200 kilogram.
“Yang paling kecilnya beratnya 160 kg sampai paling besar beratnya 200 kg lebih. Kebanyakan kuda-kuda dari wilayah kita ini, ukuranya tubuhnya juga kecil,” kata Agustinus.
Ia menyebut harga jual kuda di Jeneponto tidak berbeda jauh dengan harga di Sikka. Sedangkan untuk harga jual kuda, jumlahnya tidak terlalu signifikan dengan harga di Kabupaten Sikka, yakni kuda yang semula seharga Rp15 juta akan dijual ke Kabupaten Jeneponto seharga Rp17 juta.
Petugas Teknis Karantina Hewan Kabupaten Sikka, Fabianus Bewo membenarkan bahwa pengiriman kuda dari Sikka ke Jeneponto mulai pulih setelah lebih dari tiga tahun vakum karena PMK. Tahun ini, Sikka mendapat kuota 93 ekor kuda untuk pengiriman ke luar daerah.
“Total kuda yang dikirim tadi malam jumlahnya 49 ekor. Sisa 44 ekor. Semua prosedur sudah dipenuhi, dokumen dan kesehatan hewan lengkap. Kegiatan ini baru bisa dimulai setelah tiga tahun lebih berhenti karena PMK,” ujar Fabianus.
Selain kuda, sebanyak 200 ekor kambing juga dikirim dari Pelra Wuring ke Pelabuhan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.











