Sari Toga Komodo Jadi Sorotan Peserta Retret Forkoma PMKRI Regio Flores–Lembata

Para peserta menunjukkan ketertarikan pada produk unggulan Satoko, seperti jahe merah, kunyit, dan berbagai ramuan herbal lainnya.

Ruteng, Ekorantt.com – Produk herbal lokal Sari Toga Komodo (Satoko) menjadi perhatian peserta retret Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Regio Sedaratan Flores–Lembata yang berlangsung di Wisma Stadion Golo Dukal Ruteng, Kabupaten Manggarai pada 5–7 Desember 2025.

Produk berbasis tanaman obat keluarga ini dipamerkan kepada para alumni PMKRI yang mengikuti kegiatan tersebut.

Para peserta menunjukkan ketertarikan pada produk unggulan Satoko, seperti jahe merah, kunyit, dan berbagai ramuan herbal lainnya.

Minat besar ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan masyarakat akan produk kesehatan berbahan lokal, tetapi juga meningkatnya apresiasi terhadap karya UMKM dari wilayah barat Flores.

Apresiasi terhadap Satoko disampaikan oleh para peserta. Lianus Ingkal, utusan Forkoma Manggarai Timur, mengungkapkan kesan positifnya.

“Sari Toga Komodo aroma jahenya terasa, nikmat diminum, segar di tenggorokan, menghangatkan badan dan menghilangkan rasa lelah,” katanya.

Vian Burin dari Forkoma Lembata turut merasakan manfaat produk tersebut.

“Sari Toga Komodo produk herbal dari rempah alami yang sangat berkasiat bagi kesehatan kita,” ujarnya.

Vian mengaku mengkonsumsi Sari Toga Komodo selama kegiatan retret Forkoma Regio Flores Lembata. Ia pun mengalami perubahan energi dan tidak muda lelah.

“Produk ini cocok dikonsumsi sebagai stimulus kesehatan kita. Mantap Sari Toga komodo.”

Ketua Forkoma NTT, Aloisius Min, menyambut baik perhatian para peserta terhadap produk tersebut.

“Kami senang melihat produk UMKM seperti Sari Toga Komodo menjadi pembicaraan hangat. Ini bukti bahwa karya lokal kita tidak hanya dikenal, tetapi juga dihargai dan didukung,” ujarnya.

Perwakilan Sari Toga Komodo, Jemi Jehadun, yang juga Ketua Forkoma Manggarai Barat, mengapresiasi respons positif peserta retret.

“Menjadi trending topik di forum sebesar ini adalah penyemangat bagi kami,” kata Jemi.

Hal ini menurutnya, membuktikan bahwa kerja keras dalam mengangkat potensi tanaman lokal Manggarai Barat mendapat tempat di hati banyak orang.

Jemi menambahkan, produk tersebut menjadi inspirasi untuk terus menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Sari Toga Komodo merupakan produk herbal asal Manggarai Barat yang memanfaatkan tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, kelor, dan berbagai rempah lokal.

Produk ini diposisikan sebagai minuman herbal untuk meningkatkan imun, menjaga stamina, dan mendukung gaya hidup sehat.

Satoko diproduksi secara higienis oleh pelaku UMKM lokal, tanpa bahan pengawet, serta tersedia dalam berbagai varian seperti sari jahe merah dan sari campur.

TERKINI
BACA JUGA