BRI Cabang Bajawa Salurkan Rp196,85 Miliar Dana KUR Dukung UMKM di Ngada dan Nagekeo

Aterius Meo (29) pedagang hewan asal Desa Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo mengaku merasakan dampak positif dengan layanan dana KUR. 

Bajawa, Ekorantt.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bajawa terus menunjukkan komitmennya terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Ngada dan Nagekeo. 

Komitmen itu ditandai dengan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp196, 85 miliar hingga November 2025.

Kepala BRI Cabang Bajawa, Keriahenta Tarigan mengatakan, penyaluran KUR itu lebih banyak menyasar pelaku UMKM di sektor produksi seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

Ia mengaku proses pengajuan juga mudah dan tanpa agunan atau jaminan.

“Dari peraturan pemerintah, KUR sampai 100 juta tidak ada jaminan. Itu aturan pemerintah dan kita sangat patuh,” kata Tarigan di ruang kerjanya di Bajawa, Jumat, 5 Desember 2025.

Ia menjelaskan, untuk mengakses KUR, debitur wajib memiliki usaha yang sudah berjalan minimal selama enam bulan dan wajib mengantongi surat keterangan usaha dari desa.

“Petugas kami akan melakukan survei lapangan secara ketat dan usaha minimal sudah punya penghasilan,” ujar dia.

Tarigan menegaskan, KUR bukan untuk pelaku usaha yang baru mulai, namun yang sudah memiliki usaha dan mau berkembang.

Dalam upaya mengembangkan usahanya, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan.

Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Cabang Bajawa optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya,” ungkap Tarigan.

“Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas.”

Aterius Meo (29) pedagang hewan asal Desa Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo mengaku merasakan dampak positif dengan layanan dana KUR. 

“Saya bisa berubah hanya karena KUR BRI. Awal itu saya ambil Rp15 juta selama satu tahun,” tutur Aterius.

Ia menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan usaha bidang peternakan. Dia membeli sapi jantan untuk proses penggemukan.

“Hasil dari jual sapi, lalu saya putar lagi. Sebagian saya gunakan untuk modal dan sisanya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan tabung,” ujar dia.

Berkat komitmen dan kerja keras, pihak bank pun memberi kepercayaan kepadanya untuk mengakses KUR hingga Rp100 juta.

“Puji Tuhan, saat ini tidak saja sapi, saya juga jual beli kuda dan kerbau,” katanya.

Dari hasil usahanya itu, ia bisa membeli satu kendaraan pikap, bangun rumah dan biaya pendidikan anak-anaknya.

TERKINI
BACA JUGA