Larantuka, Ekorantt.com – Hujan yang mengguyur wilayah Ilebura dan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur pada Selasa sore, 9 Desember 2025 menyebabkan beberapa bangunan hunian sementara (Huntara) penyintas erupsi Gunung Ile Lewotobi terancam roboh dampak longsor.
“Bangunan ini berada di atas tanah numpang. Kalau hujan terus maka bisa longsor dan roboh,” kata Antonius kepada Ekora NTT pada Rabu, 10 Desember 2025.
Antonius bilang, beberapa hunian terendam banjir. Warga berusaha membersihkan hunian untuk bertahan di situ. Sedangkan sebagian lainnya memilih mengungsi ke Waidoko.
“Ada 16 kepala keluarga yang tempati wilayah huntara tiga itu pindah ke wilayah Waidoko karena kamar mereka terendam banjir,” turur Antonius.
Kepala Desa Hokeng Jaya, Febby Namang, menuturkan warga desanya di wilayah huntara tiga tidak bisa tidur sepanjang malam karena hunian mereka terendam banjir.
“Ada sebelas kopel kemasukan air. Mereka tidak bisa tidur karena kamar digenangi air dan tanah di lokasi itu rawan longsor,” tutup Febby.
Saat ini, sebanyak 268 kepala keluarga dari Desa Nobo belum menempati lokasi Huntara empat. Sebagian besar warga masih tidur di tenda-tenda pengungsian yang berada di Pos Lapangan Desa Konga. Hal itu terjadi karena hunian yang dibangun oleh BNPB itu belum terpasang listrik.











