Ende, Ekorantt.com – Laga liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) tahun 2025 di Stadion Marilonga Ende telah berakhir dengan sukses dan meriah.
Turnamen paling bergengsi di NTT tersebut tampaknya mampu menarik antusias warga. Tercatat ribuan penonton hadir memadati Stadion Marilonga untuk menyaksikan pertandingan sejak laga pembuka.
Diketahui, event yang berlangsung selama 27 hari tersebut tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun juga memberikan dampak pada jumlah sampah.
Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Ende, sampah dikumpulkan selama perhelatan mencapai 295 ton.
“Itu sehari satu sampai dua truk sampah. Jadi, satu truk sampah itu sekitar lima ton, satu hari mencapai 10 ton,” ujar Kepala DLHD Ende, Kanis Se, di ruang kerjanya, Selasa, 9 Desember 2025.
Jumlah sampah meningkat di laga final antara Persena Nagekeo melawan PSN Ngada. DLHD Ende berhasil mengumpulkan 35 ton sampah, kata Kanis.
Selain di area stadion, jumlah sampah juga meningkat di sepanjang jalan dalam Kota Ende. Sampah yang semula dihasilkan 35 ton per hari meningkat menjadi 40 hingga 45 ton setiap hari.
“Kami keliling setiap hari itu, pagi petugas reguler seperti biasanya angkut 35 ton per hari, ditambah sore sekitar 10 ton. Jadi selama ETMC ada peningkatan menjadi sekitar 40-45 ton sampah setiap hari,” ujarnya.
Kanis menyebutkan 99 persen sampah plastik mendominasi selama turnamen ETMC berlangsung.
“Karena sampah sejenis pemilahannya lebih mudah. Botol plastik khusus di stadion itu menguntungkan para pengangkut karena mereka bisa jual lagi ke pengepul,” kata Kanis.
Dalam mendukung kebersihan selama turnamen ETMC, Kanis mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 150 personel kebersihan. Mereka ditugaskan di area Stadion Marilonga dan juga di sepanjang jalan di dalam wilayah Kota Ende.
“Kami siagakan personel 150 orang, baik yang bekerja di jalan, maupun di stadion,” ujar dia.
Sedangkan armada pengangkutan, DLHD Ende mengerahkan delapan unit truk pengangkut sampah plus kontainer.
Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab moril untuk menjaga kebersihan kota menjelang musim hujan, kata Kanis.
“Sehingga dengan sarpras yang ada, dengan fasilitas yang ada, plus tenaga untuk kami DLH, slogan Jaga Waka Nua itu tidak sekedar mendukung tim Perse juara. Tetapi kami pun jaga Waka Nua itu dengan membuat kota tetap bersih, dengan membuat kota ini sehat,” pungkasnya.
Ia juga berterima kasih kepada para petugas serta mengapresiasi para penonton, maupun suporter yang sudah mengindahkan imbauan dari panitia untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Untuk para penonton pertandingan turnamen ETMC kami menyampaikan terima kasih atas kesadaran membuang sampah di kantong plastik yang sudah kami siapkan di area tribun,” tandas Kanis.











