BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di NTT

Potensi ini dipicu oleh pasang laut atau curah hujan tinggi yang menimbulkan naiknya permukaan air laut ke pesisir yang mengakibatkan genangan.

Mbay, Ekorantt.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi terjadi pada 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Potensi ini dipicu oleh pasang laut atau curah hujan tinggi yang menimbulkan naiknya permukaan air laut ke pesisir yang mengakibatkan genangan.

Menurut analisis Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang yang dirilis, Selasa, 30 Desember 2025, banjir rob terjadi disebabkan adanya fenomena Fase Perigee pada 2 Januari 2026 dan Bulan Baru pada 3 Januari 2026.

Fenomena itu menyebabkan meningkatnya ketinggian air laut maksimum. Tinggi gelombang 1,5 meter hingga 2,5 meter dapat menimbulkan dinamika pesisir di NTT berupa potensi banjir rob.

Wilayah terdampak dalam periode tersebut yakni pesisir Pulau Flores, Lembata hingga Alor di garis pantai utara dan selatan.

Kemudian banjir rob bakal terjadi di pesisir Pulau Sumba, pesisir Pulau Sabu-Raijua, dan pesisir Pulau Timor dan Rote.

Potensi banjir rob ini sangat berdampak pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas tambak garam masyarakat, usaha perikanan darat, dan kegiatan para nelayan.

BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi pasang maksimum air laut serta diharapkan selalu memantau informasi cuaca maritim BMKG.

TERKINI
BACA JUGA