Cuaca dan Arus Air Laut Jadi Kendala Pencarian Tiga Warga Spanyol di Labuan Bajo

Ia mengatakan, drone thermal kantor SAR Maumere juga telah dikerahkan melalui gambaran infra red di perairan pulau-pulau terdekat, namun memang belum ada tanda-tanda penemuan korban.

Labuan Bajo, Ekorantt.com – Pencarian kelima terhadap tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol belum ditemukan. Cuaca dan arus air laut menjadi kendala.

Dalam pencarian hari kelima yang berlangsung pada Selasa, 30 Desember itu belum membuahkan hasil yang kemudian memutuskan pencarian dilanjutkan pada 31 Desember.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman berkata cuaca serta arus yang cukup kuat menjadi kendala dalam pencarian.

“Sehingga butuh kehati-hatian oleh tim penyelam dan tim penyisiran,” ungkapnya.

Ia mengatakan, drone thermal kantor SAR Maumere juga telah dikerahkan melalui gambaran infra red di perairan pulau-pulau terdekat, namun memang belum ada tanda-tanda penemuan korban.

“Kita semua yakin asa dan semangat Tim SAR Gabungan akan terus ada dalam proses pencarian ini,” Kata Fathur.

Ia berkata, pihaknya telah mengerahkan 11 penyelam profesional yang dibagi dengan tiga SAR Rescue Unit (SRU) yang disebar di beberapa titik pulau terdekat dari Pulau Padar, di antaranya SRU satu di perairan Utara Pulau Serai, SRU dua perairan Timur Pulau Padar, dan SRU tiga di perairan selatan Pulau Serai dengan rata-rata kedalaman 18-28 Meter.

“Namun belum membuahkan hasil,” ungkapnya.

KM Putri Sakina merupakan kapal wisata jenis pinisi. Kapal ini tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat malam, 26 Desember 2025.

Kapal tersebut membawa 11 orang, enam penumpang dan lima kru, termasuk kapten kapal. Empat orang di antaranya tewas termasuk pelatih Club LaLiga Tim Valencia CF Women B dan tiga anaknya.

Sebelumnya diberitakan, setelah meninggalkan Pelabuhan Labuan Bajo, KM Putri Sakinah berlayar dan singgah di Pulau Kalong.

TERKINI
BACA JUGA