Bajawa, Ekorantt.com – Sejumlah panggung spot foto yang berada di Bukit Wolobobo, Bajawa, Kabupaten Ngada dalam kondisi rusak parah.
Panggung ini biasa dimanfaatkan pengunjung untuk mengabadikan momen dengan latar belakang keindahan Gunung Inerie.
Pantuan Ekora NTT, beberapa lantai panggung yang disusun menggunakan balok terlihat jebol dan pagar pengaman dalam kondisi rusak.
“Kita mau foto di panggung itu jadi takut, apalagi di bawahnya langsung jurang,” ujar salah satu pengunjung, Melki Obi, Kamis, 1 Januari 2026.
Mestinya, kata Melki, di tengah antusias pengunjung yang cukup tinggi, Pemerintah Kabupaten Ngada harus bisa memperhatikan fasilitas yang ada di Bukit Wolobobo.
Bila tidak diperhatikan menurutnya, bisa membahayakan keselamatan pengunjung. Apalagi destinasi Bukit Wolobobo turut memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sebenarnya kita sayangkan, Wolobobo punya nama yang sangat terkenal tapi perhatian terhadap fasilitas seperti ini sangat rendah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengunjung lain, Arianto. Ia mengaku keindahan Bukit wolobobo tidak seimbang dengan perhatian fasilitas yang ada di lokasi.
“Wolobobo ini sangat terkenal keindahannya, tapi pemerintah sepertinya tidak serius urus tempat ini,” katanya.
Ada sejumlah spot foto berada langsung di depan Gunung Inerie, namun Arianto enggan memanfaatkan tempat itu untuk mengambil gambar.
“Kita khawatir keselamatan kita, sementara foto tiba-tiba ambruk bisa bahaya,” katanya.
Ia berharap pemerintah bisa memperbaiki sejumlah spot foto itu agar bisa dimanfaatkan oleh pengujung.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapemrida) kabupaten Ngada, Maksimus F. Djawa Suri mengatakan, saat ini kewenangan UPH Wolobobo berada di bawah kewenangannya. Sebelumnya berada di bawah tanggung jawab Dinas Periwisata.

“Karena menyangkut penelitian, sehingga sudah dialihkan ke Bapemrida, tapi tetap koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi NTT,” ujarnya.
Menurut Maksimus, tahun ini pihaknya akan melakukan perbaikan beberapa panggung spot foto yang sudah rusak.
“Perbaikan itu bertujuan memberikan kenyamanan bagi pengunjung atau wisatawan,” katanya.












