Labuan Bajo, Ekorantt.com – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Tim SAR memutuskan itu setelah ditemukan satu jenazah korban hari terakhir masa pencarian pada Minggu, 4 Januari 2026.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman berkata, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 08.47 Wita.
“Setelah diadakan identifikasi oleh tim forensik, memang betul jenazah korban yang merupakan salah satu dari tiga korban yang kita cari,” ujar Fathur.
Ia mengatakan, dengan ditemukannya satu jenazah ini, total korban yang masih dinyatakan hilang berjumlah dua orang.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan selama tiga hari ke depan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 29 tentang Pencarian dan Pertolongan, mengingat adanya tanda-tanda penemuan korban.
Ia berkata, jenazah ditemukan pada posisi sekitar 1,13 mil laut dari titik duga tenggelamnya kapal yang persisnya di antara Pulau Serai dan Pulau Rinca.
Pergerakan korban, katanya, dipengaruhi oleh pola arus bolak-balik yang kuat di wilayah tersebut.
“Kami memfokuskan penyisiran pada arah arus tersebut karena terbukti satu korban terbawa ke arah sana dari lokasi awal,” ungkap Fathur.
Selain menemukan jenazah, Tim SAR Gabungan juga menemukan beberapa serpihan kayu dan tabung pemadam api (APAR) di pesisir Pulau Padar.
Ia menilai serpihan itu tidak besar. Kendati berbeda dengan temuan awal berupa pintu kapal.
“Kami akan evakuasi ke Labuan Bajo untuk memastikan asal-usulnya,” katanya.
Basarnas akan mengerahkan 17 unit kapal dan 160 personel gabungan dalam operasi lanjutan ini.
Fathur menambahkan pencarian juga didukung teknologi beep sonar untuk memetakan dasar laut.
Tetapi, masih ada 10 persen area dari target pemetaan yang belum tersisir.
Tragedi tenggelamnya kapal wisata ini menewaskan pelatih Valencia B Putri, Fernando Martin, bersama tiga anaknya.
Kapal tersebut membawa 11 orang, enam penumpang dan lima kru, termasuk kapten kapal.
Setelah meninggalkan Pelabuhan Labuan Bajo, KM Putri Sakinah berlayar dan singgah di Pulau Kalong.
Sekitar pukul 20.30 Wita, kapal itu meninggalkan Pulau Kalong menuju Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo.
Perjalanan itu berubah drastis ketika kapal mengalami mati mesin di tengah laut sekitar 30 menit setelah berlayar.
Tanpa mesin yang berfungsi, kapal tidak bisa bermanuver saat gelombang laut tiba-tiba meninggi dan menghantam kapal dua kali.











