Realisasi Pendapatan Asli Daerah NTT Hanya 73 Persen pada 2025

Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk menggali potensi, menutup kebocoran, serta meningkatkan kinerja melalui kerja cerdas, kerja keras, dan kolaborasi.

Kupang, Ekorantt.com – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT tahun 2025 lalu sebesar Rp1,7 triliun. Namun, realisasi hingga 31 Desember 2025 hanya sekitar Rp1,3 triliun atau 73–73,5 persen.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma mengatakan, pada 2026 Pemerintah Provinsi NTT berencana menetapkan target PAD yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp2,8 triliun.

Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk menggali potensi, menutup kebocoran, serta meningkatkan kinerja melalui kerja cerdas, kerja keras, dan kolaborasi.

“Semua perencanaan harus terukur, terarah dan tepat sasaran,” jelas Johni saat mengunjungi Badan Penghubung Provinsi NTT yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No. 42, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Januari 2026.

Badan Penghubung Provinsi NTT, menurut Wagub Johni, memiliki peran strategis sebagai salah satu kontributor PAD. Target PAD Badan Penghubung tahun 2025 sebesar Rp200 juta dengan realisasi sebesar Rp229.400.000.

Sedangkan, untuk tahun 2026, targetnya ditingkatkan menjadi sekitar Rp400 juta.

“Optimalisasi aset dan fasilitas menjadi salah satu fokus, termasuk pemanfaatan ruang rapat, pengembangan layanan penunjang, serta pengelolaan inventaris secara profesional dan berkelanjutan,” kata Johni.

Ia menekankan sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Johni mengharapkan Badan Penghubung berperan aktif dalam promosi potensi unggulan NTT, penyelenggaraan event, serta fasilitasi kerja sama investasi.

“Sektor perikanan juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dipromosikan, seiring meningkatnya minat terhadap wisata bahari dan produk perikanan sehat dari NTT,” kata Johni.

Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Badan Penghubung.

Seluruh personel diharapkan memiliki pemahaman yang memadai mengenai data, potensi, dan isu strategis daerah sebagai dasar dalam pelaksanaan tugas promosi dan pelayanan.

Selanjutnya, Johni berkata, aset milik Pemerintah Provinsi NTT dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga berdasarkan hasil appraisal dan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk untuk aset yang berada di Bandung, Depok, dan Yogyakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Johni Asadoma menyampaikan arahan strategis terkait fokus Pemerintah Provinsi NTT tahun 2026 pada peningkatan PAD.

Menurutnya, awal tahun merupakan momentum penting untuk menetapkan arah kebijakan dan penguatan kinerja Perangkat Daerah agar lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja Badan Penghubung, serta mendorong kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan PAD dan pembangunan Provinsi NTT secara berkelanjutan.

TERKINI
BACA JUGA