Ende, Ekorantt.com – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur selama sepekan terakhir.
Akibatnya, Kali Loworea meluap hingga menyebabkan banjir yang menggenangi sejumlah rumah di Dusun Paupanda Dua, Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.
“Sekitar jam 07.00 malam ada sekitar 20 kepala keluarga di RT 07 dan 08, Dusun Paupanda Dua terendam banjir,” kata Kepala Desa Wewaria, Firmus Lise kepada Ekora NTT pada Senin, 12 Januari 2026.
“Tidak ada korban jiwa. Untuk ternak, mereka sudah kasih pindah ke lokasi yang lebih tinggi,” sambungnya.
Menurut Firmus, banjir sudah menjadi langganan bagi warga Desa Wewaria saat musim hujan tiba.
Sebab itu, ia berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ende untuk membangun tanggul di area Kali Loworea agar banjir tidak meluap ke pemukiman warga.
“Kita minta ada perhatian dari pemerintah kabupaten untuk membangun beronjong sekitar 100 meter,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu berjanji akan melakukan normalisasi sungai.
Pemerintah berencana akan mengalihkan alur sungai sehingga tidak membahayakan pemukiman warga.
“Air ini disebabkan oleh bergesernya alur Sungai Lowo Rea,” katanya melalui pesan WhatsApp.
Sebelumnya, Pemkab Ende telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada periode 6 hingga 13 Januari 2026.
Berdasarkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang, wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini berada dalam periode musim hujan.
Selain itu, terpantau adanya sirkulasi siklonik di wilayah utara Benua Australia yang membentuk daerah belokan angin, serta aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Kondisi atmosfer itu berpotensi memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang, termasuk di wilayah Kabupaten Ende.
Pemerintah Kabupaten Ende mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, serta mematuhi seluruh imbauan dari pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras atau angin kencang, serta menghindari berteduh di bawah baliho karena rawan tumbang dan tersambar petir.
Kemudian, bagi warga yang tinggal di sekitar lereng, perbukitan curam, tebing, dan wilayah minim vegetasi yang rawan longsor dan banjir bandang diharapkan tetap waspada.
Apabila terjadi bencana, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada BPBD Ende melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) di- Call Center 117 atau melalui WhatsApp di nomor 0811-1214-2117.











