Maumere, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Sikka sudah memasang plang larang membuang sampah di bantaran Kali Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok. Meski begitu, aktivitas pembuangan sampah oleh oknum warga masih saja terjadi.
Dalam plang berwarna hijau itu, selain melarang membuang sampah, Pemkab Sikka juga mengingatkan bagi pelanggar akan dikenakan hukuman penjara dan denda Rp100 juta rupiah, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008.
Pantauan Selasa, 13 Januari 2026 di lokasi, tumpukan sampah rumah tangga, plastik hingga non-organik menggunung di beberapa titik, tepat di bawah plang yang baru dipasang.
Selain sampah, bangkai hewan dibuang di bantaran kali. Bau menyengat pun mulai terasa, mengganggu kesehatan, dan kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan.
“Setiap hari pasti ada sampah. Padahal sudah dipasang plang. Kadang warga sekitar sudah bersihkan sore, besok pagi sudah penuh lagi,” keluh Frans, warga setempat saat diwawancara Ekora NTT.
Warga lainnya yang tidak mau menyebutkan nama mengaku, sering buang sampah di kali karena tidak ada fasilitas tempat pembuangan sampah.
Mestinya, pemerintah juga menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara seperti kontainer atau motor sampah roda tiga di lingkungan RT/ RW, sehingga mudah diakses warga.

“Kalau tidak ada kontainer atau motor roda tiga warga tetap buang sampah di kali,” ujarnya.
Lurah Madawat, Charles Idung menyayangkan perilaku oknum warga yang masih membuang sampah di Kali Wairklau.
Ia mengklaim, sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah telah dilakukan secara terus-menerus.
“Setiap kali ada sosialisasi kita imbau warga agar tidak buang sampah di kali, tetapi perilaku masyarakat tidak pernah berubah masih saja ada oknum warga yang buang di kali,” kata Charles.
Charles berjanji akan menindak tegas warga yang kedapatan buang sampah di Kali Wairklau. Sedangkan keluhan dan permintaan warga soal kontainer sampah dan motor sampah roda tiga akan ditindaklanjuti.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sikka, Putu Botha mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan untuk mengajak warga agar aktif dalam kegiatan Jumat Bersih di Kali Wairklau.
“Kami akan agendakan kegiatan Jumat Bersih di Kali Wairklau, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga pentingnya pengelolaan sampah,” ujarnya.












