Bandara El Tari Kupang Kembali Berstatus Internasional Mulai Februari 2026

Gubernur juga sudah meninjau langsung kesiapan dan fasilitas bandara terkait rencana kenaikan status in

Kupang, Ekorantt.com – Bandara El Tari Kupang dipastikan akan kembali menyandang status sebagai bandara internasional mulai Februari 2026.

“Kami sekarang sedang mempersiapkan proses reaktivasi kembali status internasional di Bandara El Tari Kupang. Status ini turun saat pandemi Covid-19,” ujar General Manager Bandara El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD NTT pada Selasa, 20 Januari 2026.

Teguh mengatakan, manajemen bandara sedang mempersiapkan seluruh proses reaktivasi status internasional Bandara El Tari Kupang yang sebelumnya turun menjadi bandara domestik pasca pandemi Covid-19.

Ia menuturkan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga pemenuhan fasilitas penunjang operasional bandara internasional. Proses ini juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Menurut Teguh, Gubernur NTT telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan dan Keamanan, Kementerian Kesehatan, serta kementerian teknis lainnya demi mendukung peningkatan status Bandara El Tari Kupang.

“Gubernur juga sudah meninjau langsung kesiapan dan fasilitas bandara terkait rencana kenaikan status ini,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena juga telah menjalin kerja sama business to business (B to B) dengan Pemerintah Timor Leste dan Darwin, Australia, untuk membuka peluang penerbangan internasional yang direncanakan mulai beroperasi pada Februari 2026.

“Kami sudah mempersiapkan fasilitas dan personel, karena saat kedatangan penerbangan internasional nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta pemeriksaan kesehatan,” terang Teguh.

Ia berharap, pada Februari 2026 Bandara El Tari Kupang telah siap sepenuhnya mengoperasikan penerbangan internasional, meskipun jadwal pasti penerbangan masih menunggu kepastian dari maskapai dan otoritas terkait.

“Ini sudah menjadi keputusan Bapak Gubernur untuk dimulai pada bulan Februari, meskipun jadwal pasti penerbangannya masih menunggu kepastian,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD NTT, Simson Polin, mengatakan bahwa keberadaan bandara internasional sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sektor pariwisata, serta memperluas akses investasi di NTT.

“Kami di DPRD tentu mendukung penuh upaya ini. Bandara internasional akan membuka konektivitas langsung dengan negara tetangga seperti Timor Leste dan Australia, sehingga berdampak positif bagi ekonomi, pariwisata, dan pelayanan publik,” kata Simson.

Ia berharap seluruh persiapan, baik dari sisi fasilitas, keamanan, maupun pelayanan, benar-benar dipastikan siap sebelum penerbangan internasional kembali dibuka.

“Yang terpenting adalah kesiapan dan keamanan. Jangan sampai status sudah naik tetapi pelayanan belum maksimal,” harapnya.

Dirinya juga menyentil soal melonjaknya harga tiket pesawat dari Kupang – Rote yang mencapai Rp900 ribu lebih.

Harga ini, menurutnya, terlalu besar dan memberatkan masyarakat yang ingin menggunakan jasa angkutan udara. Akibatnya, masyarakat lebih memilih menggunakan jasa angkutan laut seperti kapal feri dan kapal cepat yang lebih murah.

Sebagai pengguna layanan jasa angkutan pesawat, ia selalu mendapati kursi yang kosong. Dari 75 kursi hanya terisi 15 sampai 16 kursi.

Dia berharap, maskapai yang melayani rute penerbangan Kupang – Rote ataupun rute Rote – Kupang menurunkan harga tiket.

“Kalau diturunkan sedikit harganya pasti banyak yang menggunakan pesawat,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA