Longsor di Manggarai Timur: Satu Korban Meninggal Dunia, Dua Masih Tertimbun

Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana berkata, longsor terjadi pada Kamis sore menyebabkan rumah milik Konradus Lasa tertimpa material longsor.

Ruteng, Ekorantt.com – Longsor yang melanda Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur pada Kamis, 22 Januari 2026, menyisakan duka yang mendalam.

Korban bernama Albina Ria (47) warga setempat dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa.

Korban menghembuskan nafas terakhir, Jumat, 23 Januari sekitar pukul 01.00 Wita dini hari.

Kongradus Lasa (57) suami Albina Ria dan anaknya bernama Nikolaus Acan (3) masih dirawat di Puskesmas Benteng Jawa.

Sedangkan anak ketiga mereka Yustina Mira (19) hilang diduga tertimbun longsor bersama Theresia Resem (57) warga Kampung Tontong, Desa Compang Weluk, Kecamatan Lamba Leda Selatan.

Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana berkata, longsor terjadi pada Kamis sore menyebabkan rumah milik Konradus Lasa tertimpa material longsor.

“Dilaporkan bahwa ada dua korban tertimbun yang belum ditemukan, dua lainnya berhasil dievakuasi dari lokasi dan mendapat perawatan di Puskemas Benteng Jawa. Tapi satu orangnya meninggal,” kata Vitalis kepada Ekora NTT pada Jumat, 23 Januari 2026.

Longsor juga menyebabkan 90 kepala keluarga di Dusun Sosor Alo dan 137 kepala keluarga Dusun Buru Pote mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur, Agustinus Susanto berkata, kondisi di lokasi kejadian masih terus diguyur hujan. Beberapa titik longsor kecil dan yang rawan longsor menjadi tantangan tersendiri saat bergerak ke lokasi bencana, namun sudah teratasi.

“Logistik yang telah diturunkan oleh Pemda melalui BPBD; beras sebanyak 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan dan peralatan tidur,” ujar Agustinus.

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas bencana yang terjadi di Goreng Meni merupakan duka untuk seluruh masyarakat Manggarai Timur. Pemerintah melakukan upaya untuk menemukan korban yang tertimbun.

Pemerintah Manggarai Timur, katanya, telah mengambil langkah-langkah taktis dan koordinasi lintas sektor untuk penanganan bencana.

“Saat ini tim dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah ada di lokasi. Kita juga sudah koordinasi dengan berbagi pihak untuk penanganan awal. Sekarang ini TNI dan Polri serta Brimob Kompi 2 Batalion B Pelopor Manggarai sudah di lokasi bencana,” kata Agas.

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, Agas melanjutkan, telah bergerak menuju lokasi longsor bersama perangkat daerah terkait.

“Saya minta kepada warga yang terdampak khususnya keluarga korban untuk tetap tabah dan tidak putus asa,” kata Agas.

Agas meminta masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Apabila tidak mendesak, sebaiknya tidak melakukan perjalanan untuk sementara waktu.

“Kalau lokasi tempat tinggal dirasa tidak aman dan berpotensi mengalami bencana longsor, sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman,” pesan Agas.

TERKINI
BACA JUGA