Borong, Ekorantt.com – Pencarian terhadap dua warga yang masih hilang akibat tertimbun tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur masih nihil.
Kedua warga itu di antaranya Yustina Mira dan Theresia Resem. Mereka terjebak dalam material longsor yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026.
“Hasil operasi SAR (Search and Rescue) H.1 masih nihil,” kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman pada Jumat, 23 Januari 2026.
Korban lain juga bernama Albina Ria, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa.
Korban menghembuskan napas terakhir, Jumat, 23 Januari sekitar pukul 01.00 Wita dini hari.
Sementara Kongradus Lasa yang merupakan suami Albina Ria dan anaknya bernama Nikolaus Acan masih dirawat di Puskesmas Benteng Jawa.
Fathur berkata, pencarian terhadap dua korban tersebut akan dilanjutkan esok hari.
Kondisi hujan angin serta kabut menjadi kendala proses pencarian korban. Selain itu, akses menuju lokasi kejadian masih terhambat longsor.
“Alat utama dan peralatan SAR berupa truk personil Pos SAR Manggarai Barat, peralatan SAR darat, peralatan SAR evakuasi, dan peralatan medis,” sebutnya.
Sebelumnya, Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana berkata, longsor terjadi pada Kamis sore menyebabkan rumah milik Konradus Lasa tertimpa material longsor.
“Dilaporkan bahwa ada dua korban tertimbun yang belum ditemukan, dua lainnya berhasil dievakuasi dari lokasi dan mendapat perawatan di Puskemas Benteng Jawa. Tapi satu orangnya meninggal,” kata Vitalis kepada Ekora NTT pada Jumat, 23 Januari 2026.
Longsor juga menyebabkan 90 kepala keluarga di Dusun Sosor Alo dan 137 kepala keluarga Dusun Buru Pote mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur, Agustinus Susanto berkata, kondisi di lokasi kejadian masih terus diguyur hujan. Beberapa titik longsor kecil dan yang rawan longsor menjadi tantangan tersendiri saat bergerak ke lokasi bencana, namun sudah teratasi.
“Logistik yang telah diturunkan oleh Pemda melalui BPBD; beras sebanyak 750 kilogram, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan dan peralatan tidur,” ujar Agustinus.











