Satu Korban Longsor di Manggarai Timur Ditemukan, Satu dalam Pencarian

Ia ditemukan pada posisi 15 meter arah barat dari rumah saudara kandungnya bernama Kongradus Lasa. Saat kejadian ia menginap di rumah itu.

Borong, Ekorantt.com – Tim SAR gabungan menemukan satu jasad korban longsor di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Korban itu bernama Lusia Resem (55) ditemukan sekitar pukul 10.00 Wita pada pencarian hari keempat, Senin, 26 Januari 2026.

Warga asal Kampung Munta, Desa Compang Weluk, Kecamatan Lamba Leda Selatan itu sedang berada di Desa Goreng Meni ketika kejadian berlangsung.

“Ditemukan satu jenazah. Tadi sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter,” kata Danki 2 Yon B Pelopor, Iptu Soleman Welem Talo kepada Ekora NTT.

Ia ditemukan pada posisi 15 meter arah barat dari rumah saudara kandungnya bernama Kongradus Lasa. Saat kejadian ia menginap di rumah itu.

Jasad Lusia, kata Soleman, telah diantar ke puskesmas pembantu setempat, menanti kedatangan dokter untuk diidentifikasi.

Setelah satu jasad ditemukan, SAR gabungan kemudian melanjutkan pencarian terhadap Yustina Mira, 19 tahun, anak Kongradus Lasa.

“Korban ini berasal dari satu rumah. Mereka terdiri dari mama, anak dan satu ipar,” sebut Soleman.

Soleman berkata, kurang lebih 60 personel yang ikut melakukan pencarian, di antaranya unsur TNI-Polri, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manggarai Timur.

Selain itu, warga dan keluarga korban ikut berjibaku melakukan pencarian. Sebelum kedatangan alat berat, kata dia, pihaknya sempat melakukan pencarian menggunakan alat seadanya.

“Selama melakukan pencarian awal kami melakukan pencarian secara manual seperti cangkul, sekop, dan menggunakan semprotan air,” kata Soleman.

Ia menambahkan, pihaknya memaksimalkan alat yang ada. Sedangkan alat berat baru tiba di lokasi tiga hari setelah kejadian.

“Jadi syukur kemarin sudah datangkan eksavator untuk membantu kami. Sehingga proses pencarian hari ini sangat mudah sekali untuk dilakukan,” katanya.

Pantauan Ekora NTT, tumpukan material longsor tampak tebal dan memanjang sekitar lebih dari 200 meter. Batu, tanah, dan kayu tampak berpadatan.

Akibatnya, selain satu rumah yang tertimbun longsor, tiga rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.

Selian itu, area persawahan, kebun warga, tambak ikan, serta halaman depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Meni.

Peristiwa tersebut setidaknya menelan tiga korban jiwa dan satu yang mengalami luka-luka.

TERKINI
BACA JUGA