Borong, Ekorantt.com – Ferdinandes Jemin, warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur menemukan satu korban longsor di kampung itu pada Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menemukan jasad itu saat menyisir ke lokasi longsor. Tanpa sadar, Ferdinandes menginjak sesuatu yang mencurigakan.
“Awalnya saya tidak sadar. Tapi setelah saya rasakan baunya seperti bau mayat dan sadar yang saya injak adalah jenazah,” katanya.
Ia pun langsung memberitahukannya kepada salah satu petugas SAR tentang penemuan itu.
Tim SAR menghentikan sementara pengoperasian alat berat sekitar 10.00 Wita.
Mereka menuju ke titik yang ditunjuk Fernando. Lalu melakukan metode penyemprotan air untuk memudah pengangkatan korban.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengaku korban tersebut merupakan Yustina Mira, perempuan berusia 18 tahun.
Ia berkata, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan berjarak 50 meter dari rumah korban,” ungkapnya.
Korban tertimbun tanah longsor sedalam 1 hingga 2 meter. Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi korban menuju puskesmas terdekat untuk didentifikasi lebih lanjut.
Fathur menambahkan, Yustina Mira ditemukan setelah sehari penemuan jasad Lusia Lerem.
“Dengan ditemukannya seluruh korban yang berjumlah dua orang dan telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman maka Tim SAR Gabungan menutup secara resmin operasi SAR,” terangnya.
Peristiwa tersebut setidaknya menelan tiga korban jiwa dan satu yang mengalami luka-luka.
Sebanyak 827 jiwa dari 227 KK melakukan pengungsian di Kampung Rentung yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tumpukan material longsor tampak tebal dan memanjang sekitar lebih dari 200 meter. Batu, tanah, dan kayu tampak berpadatan.
Akibatnya, selain satu rumah yang tertimbun longsor, tiga rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Selian itu, area persawahan, kebun warga, tambak ikan, serta halaman depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Meni.











