Maumere, Ekorantt.com – Warga Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT, mengadakan misa khusus untuk mendoakan keselamatan Anwar Mahmud dan Norisius Sapa, dua nelayan yang dilaporkan hilang sejak Minggu, 25 Januari 2026.
Misa yang dipimpin Pastor Paroki Salib Suci Mauloo, Pater Inosentius O Carm berlangsung khidmat di Enamasa Paga Beach, Sabtu, 31 Januari 2026. Misa diikuti oleh ratusan umat Stasi Paga, para nelayan setempat, serta keluarga.
Dalam homilinya, Pater Ino mengajak seluruh umat untuk memberikan dukungan moril dan spiritual kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ia juga mengajak umat untuk berdonasi kepada keluarga, anak dan istri dari kedua nelayan tersebut.
Selain itu, Pater Ino mengajak umat agar berdoa khusus kepada Ratu Stelamaris Bintang Laut, penolong dan pelindung para pelaut.
“Kita berdoa agar Tuhan memberikan perlindungan dan menuntun saudara kita dua nelayan agar segera ditemukan,” ungkapnya.
Tokoh pemuda Desa Paga, Donis Dola mengatakan, misa ujud khusus sebagai bentuk permohonan iman kepada Tuhan agar kedua nelayan tersebut dilindungi, serta ditemukan dalam keadaan selamat.
“Misa ujud khusus ini juga untuk memberikan kekuatan, penghiburan dan harapan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Donis.
Anwar Mahmud dan Norisius Sapa dilaporkan hilang setelah kapal motor yang mereka tumpangi terbalik akibat baling-baling kapal patah di Perairan Paga pada Minggu, 25 Januari 2026.
Tim SAR bersama warga, keluarga dan nelayan setempat sejauh ini mengalami kesulitan dalam melakukan pencarian, karena terkendala cuaca dan gelombang tinggi.
Yosi istri korban Norisius Sapa berharap penuh agar suami dan rekannya segera kembali.
“Kami hanya bisa berdoa. Sekarang tim SAR Gabungan, warga, nelayan dan juga keluarga ikut membantu mencari. Semoga misa ini membawa keajaiban,” ungkapnya kepada Ekora NTT.
Sementara itu, warga Desa Paga, Sius Kombe mengatakan, masyarakat masih melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
“Uang tersebut digunakan untuk membeli solar, pertalite, makanan (beras dan mie instan), dan air minum bagi nelayan yang ikut serta dalam pencarian secara mandiri,” katanya.
“Uang kolekte pada misa hari ini juga didonasikan kepada keluarga korban untuk membantu meringankan mereka. Selain itu, untuk membantu beli solar dan makanan bagi nelayan ikut mencari secara mandiri,” tambah Sius.











