Ende, Ekorantt.com – Tanah longsor menutupi badan jalan Trans Flores, tepatnya di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 1 Februari 2026.
Batu besar material longsor menutupi badan jalan hingga membuat akses transportasi terhambat.
Kapolsek Nangapanda, Iptu Nurdin Bambang mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas anggotanya bersama masyarakat melakukan pembersihan material longsor.
“Kita bersama masyarakat melakukan pembersihan material longsor yang kecil, sehingga kendaraan bisa lewat,” ujarnya kepada Ekora NTT pada Minggu sore.
Sedangkan batu besar yang tak bisa dibersihkan dengan tenaga manusia, pihak Nurdin terus berkoordinasi dengan pemerintah agar segera ditangani.
Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah IV Provinsi NTT, Wilhelmus Sugu Djawa mengatakan, telah mengirimkan alat berat untuk membersihkan lokasi longsor.
“Kami sudah mendapatkan informasi dan saat ini alat berat menuju lokasi longsor,” kata Wihelmus.
Ia mengimbau kepada para pengendara untuk selalu ekstra hati-hati saat melintas jalur yang rawan longsor. Sebab saat itu wilayah Kabupaten Ende sedang dilanda hujan.
Sekitar pukul 16.00 Wita, akses jalan Trans Flores kembali normal usai material longsor dibersihkan.











