Larantuka, Ekorantt.com – Yuliana Watu (71) duduk di bawah pohon Sawo di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, menanti kedatangan Monsinyur (Mgr) Yohanes Hans Monteiro bersama rombongan dari Kabupaten Sikka, Selasa, 3 Februari 2026.
Sudah empat jam ia menanti Mgr Hans, Uskup Larantuka terpilih, menggantikan Mgr Fransiskus Kopong Kung yang purna tugas atau emeritus.
Rumah Yuliana berada di Dusun Riang Wulu, sekitar 700 meter dari tempatnya menunggu. Ia tiga kali berpindah tempat duduk. Pohon sawo menjadi tempat yang nyaman lantaran teduh dari sengatan matahari.
Sementara ratusan umat sudah memadati jalan yang dihiasi janur daun kelapa. Banyak pelajar berbusana adat berdendang di depan gapura penyambutan. Siswa dan siswi berdiri si sisi kiri dan kanan.
Yuliana tersenyum riang melihat ratusan umat yang bersorak riang. Ia pun bergegas ke sudut janur, melihat lebih dekat sosok gembala yang akan ditahbiskan pada 11 Februari 2026 itu.
Yuliana mengaku mengenal baik Mgr Frans sejak masih menjadi pengajar di SMA Seminari San Dominggo Hokeng. Putranya, Leksi Hayon juga bersekolah dan tamat di sekolah mendidik calon imam itu.
“Mgr Hans orangnya rendah hati. Kami sebagai umat menaruh harapan besar. Semoga selalu menjadi gembala yang mengumat bagi semua orang, khususnya bagi orang miskin dan mereka yang terpinggirkan,” harapnya.
Mgr Hans tiba pada pukul 12.00 Wita usai menempuh 78 kilometer dari Maumere ke Desa Boru dengan mobil. Ia turun dari mobil lalu berjalan kaki, menyapa umat dengan gurat senyumnya sambil melambaikan tangan.
Mgr Hans dan para imam didampingi Sekda Flores Timur, Petrus Pedo Maran. Aparat polisi dan TNI juga bersiaga di lokasi penyambutan.
Pastor Paroki Maria Ratu Semesta Alam Hokeng, Maximus Seno, mengalungkannya dengan kain tenun. Ia juga disambut dengan sapaan adat dan disuguhi sirih pinang.
Mgr Hans sempat mengunjungi rumah saudarinya di Desa Boru untuk ramah tamah. Dari sana, Mgr Hans akan menuju ke Paroki Lewotobi untuk santap siang bersama, lalu ke Kota Larantuka
Penahbisan pada 11 Februari akan berlangsung di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kelurahan Postoh, diawali dengan Vesper Agung sehari sebelumnya.
Mgr Hans lahir di Larantuka pada 15 April 1971. Setelah menempuh pendidikan panjang, ia ditahbiskan menjadi imam pada 14 Juli 1999. Ia juga menjadi tim pengajar di IFTK Ledalero di Nita, Sikka.
Penulis: Paul Kabelen











