Warga Alor Terima Penghargaan Adat Usai Selamatkan Dua Nelayan Asal Sikka

Penghargaan ini diterima setelah warga Desa Kiraman telah menemukan dan menolong Anwar Mahmud dan Norisius Sapa.

Maumere, Ekorantt.com Warga dan Pemerintah Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor menerima penghargaan adat berupa tenun ikat dan gong dari Pemerintah Kabupaten Sikka. 

Penghargaan ini diterima  setelah warga Desa Kiraman telah menemukan dan menolong Anwar Mahmud dan Norisius Sapa, dua nelayan yang hilang selama tujuh hari di Perairan Paga dan terdampar di Perairan Alor.

Seremonial penyerahan selendang dan gong simbol adat dilakukan  oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Kristian Amstrong kepada Kepala Desa Kiraman disaksikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Alor, dan warga setempat pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kristian berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor, paguyuban Maumere-Alor, serta semua pihak yang telah memberikan pertolongan selama Anwar dan Noris berada di Alor.

Menurutnya, seremonial adat sengaja dilakukan sebagai tanda kekeluargaan, rasa terima kasih, dan ikatan persaudaraan antara Pemkab Sikka dan masyarakat Desa Kiraman, Kabupaten Alor.

“Tidak seberapa nilai yang kami berikan tetapi dengan tanda yang kami sampaikan ini benar-benar tulus dari kami sebagai ikatan kekeluargaan,” kata Kristian.

Dengan menyerahkan gong ini, kata dia, ikatan kekeluargaan dan kebersamaan tidak putus dan terus terjalin ke depannya.

“Sehingga ke depan kalau ada keluarga dari Kiraman ke Maumere, jika ada hal-hal yang boleh meminta bantuan kepada kami,” ujar Kristian.

Ia mengatakan, rencananya Anwar dan Noris pulang pada Sabtu, 7 Januari 2026 menggunakan pesawat. Tiba di Bandara Frans Seda Maumere, mereka dijemput langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Sekda, serta BPBD.

“Nanti dari Bandara Frans Seda Maumere langsung diantar ke Desa Paga,” kata Kristian.

Penjemputan dilakukan setelah Pemkab Sikka berkoordinasi dengan Pemkab Alor, sejak Anwar dan Noris ditemukan oleh warga Desa Kiraman di Perairan Alor.

“Selama dirawat di Rumah Sakit Kalabahi Anwar dan Noris dijaga langsung oleh petugas BPBD. Mereka diinapkan di ruang VIP dengan pelayanan medis yang intensif,” kata Kristian.

“Setelah keluar dari rumah sakit, Anwar dan Noris menginap di homestay yang disiapkan oleh Pemda Alor. Selama di homestay, mereka diawasi langsung oleh dokter,” sambung dia.

Kata Kristian, semua proses pemulangan dua nelayan ini dibiayai oleh pemerintah.

Anwar dan Noris asal Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka dilaporkan hilang saat mencari ikan di Perairan Paga sejak Sabtu, 25 Januari 2026. Mereka ditemukan selamat di Perairan Alor pada Selasa, 31 Januari 2026.

TERKINI
BACA JUGA