Dua Nelayan Sikka Kembali ke Keluarga Usai Satu Minggu Terombang-ambing di Laut

Yosi menuturkan, suami dan rekannya selama tujuh hari bertahan hidup dengan mengonsumsi air hujan, dan bertahan di atas kapal motor.

Maumere, Ekorantt.com – Anwar Mahmud (35) dan Norisius Sapa (31), dua nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT, akhirnya kembali ke keluarga pada Minggu, 8 Februari 2026 pagi.

Keduanya terhitung tujuh hari terombang-ambing di laut lepas karena kapal motor yang mereka tumpangi mengalami patah baling-baling.

Anwar dan Noris berangkat melaut pada Sabtu, 25 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 Wita untuk mencari ikan.

Namun nasib nahas menimpa saat kapal motor berukuran 35 PK mengalami kerusakan patah baling-baling di Perairan Paga, Sikka.

Sepekan kemudian, keduanya ditemukan selamat di Perairan Alor, tepatnya di Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor.

Anwar dan Noris selanjutnya dirawat intensif di ruang Very Important Person (VIP) Rumah Sakit Kalabahi selama seminggu.

Anwar dan Noris tiba di bandara Frans Seda di dijemput langsung oleh Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Sekretaris Daerah Sikka, Adrianus Firminus Parera dan Forkompinda.

Selanjutnya mereka diantar ke Desa Paga. Isak tangis pecah saat rombongan pejabat Pemkab Sikka dan Alor membawa Noris dan Anwar.

Keluarga yang menunggu sejak Sabtu, 25 Januari 2026 lalu langsung berlari memeluk Anwar dan Noris.

“Saya sangat bahagia campur terharu, puji Tuhan suami pulang dalam kondisi sehat dan selamat,” kata Yosi istri, Noris kepada Ekora NTT, Minggu sore.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Alor dan Sikka yang sudah menjemput dan mengantar suami dan rekannya hingga tiba di rumah dalam kondisi selamat.

“Kami keluarga tidak bisa membalas semua kebaikan kalian. Semoga diberikan keberkahan, kesehatan dan perlindungan Tuhan,” kata Yosi.

Yosi menuturkan, suami dan rekannya selama tujuh hari bertahan hidup dengan mengonsumsi air hujan, dan bertahan di atas kapal motor.

Sebelumnya, Pemkab Sikka memberikan penghargaan berupa selendang tenun ikat Sikka dan gong kecil simbol adat kepada warga dan Pemerintah Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, NTT.

Penghargaan tersebut diberikan karena warga desa setempat telah menemukan Anwar dan Noris.

Plt. Kepala Dinas Sosial, Kristian Amstrong mengapresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor, paguyuban Maumere-Alor serta semua pihak yang telah memberikan pertolongan selama Anwar dan Noris berada di Alor.

“Penjemputan ini setelah Pemda Sikka melakukan koordinasi langsung dengan Pemda Alor, sejak Anwar dan Noris ditemukan oleh warga desa Kiraman di perairan Alor,” kata Kristian.

TERKINI
BACA JUGA