Melki Laka Lena Pimpin KONI NTT, Target 10 Besar PON 2028

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ketua Umum KONI NTT periode 2021–2025, Josef Adrianus Nae Soi

Kupang, Ekorantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT periode 2026–2030.

Melki terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTT yang digelar di Hotel Harper, Kupang, Minggu, 8 Februari 2026.

Forum Musorprov diikuti 21 KONI kabupaten, satu KONI kota, dan 21 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga se-NTT. Musorprov kali ini mengusung tema “Musorprov KONI NTT Memperkuat Konsolidasi menuju Tuan Rumah PON XXII 2028”

Dalam kepengurusan KONI NTT periode 2026–2030, Melki juga telah mengangkat sejumlah orang untuk mengisi struktur pengurus.

Kepengurusan baru dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada Minggu malam.

Melki berkomitmen menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 sekaligus meningkatkan prestasi olahraga NTT.

Ia menargetkan kontingen NTT mampu menembus 10 besar pada PON 2028. “Untuk itu semua pihak harus bersatu dan bekerja keras,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk kerja sama regional NTT–NTB–Bali dalam tujuh aspek serta alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar untuk mendukung penyelenggaraan PON.

Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar ikut berperan aktif dengan mengalokasikan anggaran, mempersiapkan infrastruktur olahraga, serta melakukan pembinaan atlet secara serius dan berkelanjutan.

“Kita ingin mencapai panca sukses, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ketua Umum KONI NTT periode 2021–2025, Josef Adrianus Nae Soi atas dedikasi dan perjuangannya memajukan olahraga di NTT.

Ia menilai Josef sebagai salah satu tokoh kunci yang berperan besar dalam meyakinkan komunitas olahraga nasional, sehingga NTT bersama NTB ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028.

“Beliau hampir berkeliling ke seluruh provinsi untuk meyakinkan bahwa NTT mampu menjadi tuan rumah PON. Ini perjuangan luar biasa yang patut kita hargai,” kata Marciano

Di bawah kepemimpinan Josef, lanjut dia, olahraga NTT mencatat sejumlah capaian, antara lain peringkat ke-14 pada PON Bela Diri I tahun 2025 di Kudus, serta peringkat ke-19 pada PON XXI tahun 2024 Aceh–Sumatera Utara.

Marciano juga menekankan pentingnya fokus pembinaan pada cabang olahraga Olimpiade guna meningkatkan prestasi atlet NTT menuju PON XXII 2028 dan ajang internasional.

“Jika ingin meningkatkan kualitas prestasi di multievent internasional, terutama Olimpiade, kita harus fokus pada cabang olahraga Olimpiade. Untuk olahraga, kita harus bersatu. Orientasi kita hanya Merah Putih,” tegasnya.

Josef sendiri mengimbau kepada semua cabang olahraga agar wajib membangun kolaborasi dan koordinasi dengan KONI.

“Karena melalui KONI saja tumpuan kita dan komando kita bersama,” ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur NTT itu juga mengapresiasi langkah Gubernur Melki Laka Lena yang secara langsung bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan NTT dan NTB tetap menjadi tuan rumah PON XXII 2028.

Upaya itu dilakukan Melki di tengah isu yang berkembang akhir 2025 lalu bahwa ada beberapa daerah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah PON 2028.

Josef berkata, Gubernur Melki di hadapan Presiden Prabowo menyatakan NTT tetap sanggup jadi tuan rumah PON 2028, dengan beberapa perubahan skema penyelenggaraan yang harus dilakukan secara efektif, efisien, dan tanpa pemborosan anggaran.

“Ini harus kita dukung sama-sama,” tandas Josef.

TERKINI
BACA JUGA