Ruteng, Ekorantt.com – Rumah milik Paulina Jumur, warga Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai ambruk diterjang angin pada Sabtu, 7 Januari 2026 malam.
Rumah pelupuh bambu dan berlantai tanah milik ibu tunggal berusia 69 itu tak mampu menahan derasnya angin. Kini, rumahnya hanya sisa bangkai.
Beruntung peristiwa itu tidak menelan korban jiwa, kata Eman Natal, warga setempat.
Paulina sudah mengungsi di rumah anak sulungnya, sekitar 500 meter dari rumahnya.
“Kondisi sangat memprihatinkan. Semua barang di dalam rumah basah semua. Kondisinya sangat menyedihkan,” kata Eman.
Paulina tinggal bersama cucunya berusia Sekolah Dasar (SD). Akhir-akhir ini, mereka kadang-kadang menumpang di tetangga saat musim hujan dan angin.
“Rumah mereka mulai miring itu pas hujan bulan Januari,” terangnya.
Ia bilang, impitan ekonomi membuat Paulina belum mampu membangun rumah. Ia pun membutuhkan bantuan pemerintah.
“Kejadian ini menjadi beban berat bagi dirinya. Warga sekitar pun mulai bergotong-royong untuk membantu menyelamatkan sisa-sisa barang miliknya,” kata Eman.
Kepala Desa Langkas, Saverinus Gratias berkata, pihaknya sedang berupaya membuat laporan ke Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai.
“Esok kami membawanya,” ujarnya ketika dihubungi Ekora NTT pada Senin, 9 Februari.
Ia berkata, pemerintah desa telah membuat laporan sementara ke kecamatan. Harapannya, pemerintah daerah dapat membantu Paulina.
“Kami belum hitung secara pasti kerugiannya. Tapi, pakaian serta alat tidur sudah diamankan,” tuturnya.












