Maumere Ekorantt.com – Kantor Badan Statistik (BPS) Kabupaten Sikka melakukan diskusi kelompok terpumpun atau Forum Group Discussion (FGD) bersama sejumlah pihak ruang rapat BPS Sikka pada Kamis, 12 Februari 2026.
BPS Sikka bertekad menyajikan data yang benar dan akurat agar bermanfaat dan dapat diakses dengan mudah oleh pihak yang membutuhkannya. Diskusi ini juga bertujuan untuk membangun sinkronisasi data dalam rangka penyusunan publikasi Kabupaten Sikka dalam Angka Tahun 2026.
Kepala BPS Kabupaten Sikka, Kristanto Setyo Utomo mengatakan, badan pusat stastistik menggali masukan dari dinas-dinas terkait, akademisi, akvitis Non-Governmental Organization (NGO), dan awak media. Masukan-masukan itu dihimpun sehingga menghasilkan akurasi data yang sesuai dengan standar pelayanan publik.
“Bapak ibu pasti sudah mengetahui tentang Sikka dalam angka, data-data itu dihasilkan oleh BPS yang isinya merangkum data yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pertanian, kependudukan, dan ekonomi,” jelas Kristanto kepada persera FGD.
Data yang dihasilkan BPS, kata dia, sesungguhnya berdasal dari data sektoral yang dibuat oleh dinas-dinas terkait. Karena itu, sebelum data dipublikasikan kepada publik, perlu adanya masukan dari peserta FGD.
Kristanto menambahkan, BPS mempunyai tiga jenis pelayanan. Pertama, pelayanan konsultasi statistis. BPS menerima siapa saja yang datang untuk sekadar berkonsultasi. “Sejauh ini konsultasi masih bersifat offline dan yang online itu bagi mereka yang mengakses secara langsung website BPS Sikka.”
Kedua, perpustakaan. Kristanto bilang, BPS telah menyediakan perpustakaan digital sehingga bisa diakses oleh publik kapan pun dan di masa pun. Ada juga ruang khusus dan disediakan komputer untuk pengunjung yang ingin mengakses data. Bila membutuhkan bantuan, maka staf BPS akan membantu memberikan referensi website sebagai sumber bacaan.
Ketiga, rekomendasi kegiatan statistik. Hal ini untuk menjamin kualitas data yang diterbitkan oleh dinas yang melakukan statistik sektoral.
“Adapun usulan sebagai masukan dari peserta diterima untuk perlu adanya sinkronisasi. Salah satunya data kemiskinan yang dikeluarkan oleh PBS dan Dinas Sosial,” kata Kristanto.












