Rayakan Hari Kasih Sayang, Pewartah Kunjungi Jurnalis Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi

Anjangsana ke Paul dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Kasih Sayang atau Valentine's Day menjadi salah satu dari sejumlah item kegiatan Pewartah.

Larantuka, Ekorantt.com – Pengungsian Huntara III tampak becek. Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Perhimpunan Wartawan Lewotanah (Pewartah) Flores Timur menerobos tanah liat yang licin. Mereka memikul sejumlah barang ke Blok E, Sabtu, 14 Februari 2026 sore.

Dari kejauhan, mereka menapaki tanah tumpang yang menanjak sekitar tujuh meter. Meski diguyur gerimis, mereka tetap melangkahkan kaki dan tiba di tempat tinggal rekan jurnalis, Paul Kabelen.

Paul Kabelen, jurnalis penyintas erupsi Gunung Lewotobi yang kini aktif menulis untuk Ekora NTT menyambut Ketua Pewartah, Partam Werang, bersama dewan pembina dan anggota Pewartah.

Anjangsana ke Paul dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day menjadi salah satu dari sejumlah item kegiatan Pewartah.

Mereka saling berbagi cerita, menguatkan jalan panggilan, lalu memberikan bantuan sosial untuk Paul dan keluarga yang mengungsi sejak November 2024, mulai dari tinggal di rumah keluarga, menumpang di rumah warga, hingga terakhir di Huntara III Desa konga, Kecamatan Titehena.

Patman Werang menyampaikan permohonan maaf atas nama organisasi. Ia menuturkan, kunjungan baru terlaksana pada 2026, meski bencana telah terjadi sejak 2024 silam.

Ia menyebut Paul adalah bagian tak terpisahkan dari Pewartah Flotim. Apa yang dirasakan Paul selama situasi bencana juga menjadi keprihatinan segenap organisasi Pewartah.

“Paul adalah Pewartah, dan Pewartah juga merupakan bagian dari Paul,” ujar Patman.

Wartawan TVRI di Flores Timur itu menilai Paul sebagai salah satu jurnalis muda yang mumpuni. Ia mengajak Paul untuk terus menjaga api semangat, sekalipun menulis dari kegetiran sendiri memang berat.

“Salah satu hal hebat dari Adik Paul adalah, walaupun menjadi korban erupsi Lewotobi, ia tetap semangat menulis di tengah situasi bencana,” ungkapnya.

Patman menegaskan, bantuan sembako yang diberikan tidak besar secara nilai. Namun, ia menekankan bantuan tersebut lahir dari ketulusan dan keikhlasan seluruh anggota Pewartah Flores Timur.

“Semoga menjadi berkah bagi adik dan keluarga,” harapnya.

Paul menyampaikan terima kasih kepada dewan pembina, badan pengurus, dan seluruh anggota Pewartah Flotim.

Ia terharu atas perhatian dan dukungan moril yang diberikan. Tak hanya saat anjangsana, dukungan luar biasa pun terus ia rasakan ketika bersama-sama dengan rekan-rekannya dalam banyak kesempatan.

Ia bersyukur atas motivasi yang selalu mengalir dari rekan sesama profesi. Persaudaraan erat di rumah Pewartah dapat memberikan kekuatan baginya untuk terus maju.

“Kaka ketua, kakak pembina, teman-teman semua, saya hanya bisa bilang terima kasih banyak,” ucap Paul.

Bantuan dari rekan-rekannya itu tak ia nikmati sendiri di rumah Huntara yang dihuni kedua orangtua dan seorang ponakan. Ia juga membagi-bagikannya kepada tetangga kamar.

TERKINI
BACA JUGA