Maumere, Ekorantt.com – Perum Bulog Cabang Maumere memastikan ketersediaan stok beras menjelang Ramadan tahun 2026 aman. Mereka siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sikka.
Kepala Bulog Cabang Maumere, Marten Luther Sesa mengatakan, stok beras yang tersedia di gudang Bulog saat ini sebanyak 934 ton, dan 4.500 ton sementara dalam pengiriman secara bertahap.
“Stok beras ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai hari raya Lebaran 2026,” ujar Marten di sela-sela kunjungannya ke Sekretariat Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) pada Kamis, 19 Februari 2026.
Marten mengatakan, Bulog Cabang Maumere juga akan mendistribusikan Minyak Kita.
Alokasi awal Minyak Kita sebanyak 68.750 liter dengan harga 14.500 per liter. Distribusi disertai pengawasan dari Satgas Pangan agar harga tetap sesuai ketentuan.
Marten menambahkan, Bulog bersama Satgas Siber Pangan Polres Sikka telah melakukan sidak ke pasar. Hasil sidak tersebut secara umum tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan menjelang Ramadan.
Ia meminta masyarakat proaktif melaporkan temuan pengoplosan, pencampuran atau permainan harga beras yang tidak sesuai standar.
“Apabila ada yang menemukan harap segera melaporkan ke Satgas Pangan Polres Sikka,” tandas Marten.
Marten menambahkan, Bulog Maumere bekerja sama dengan pemerintah daerah dan distributor dalam melaksanakan gerakan pangan murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sikka.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang besar keagamaan dan Ramadan.
Bulog, kata Marten, menyiapkan beras premium dan medium sebanyak 10 ton. Gula pasir sebanyak satu ton. Bulog juga membuka gerakan pangan murah di halaman Kantor Bulog Maumere
“Harga beras lima kilogram dijual Rp60 ribu. Gula pasir Rp19 ribu per kilogram, dan minyak goreng satu liter Rp18 ribu, ” jelasnya.
Merten menegaskan, Bulog berkomitmen untuk memastikan stabilitas dan pasokan harga pangan khususnya beras dan minyak goreng di kabupaten Sikka.
“Jika terjadi lonjakan harga, kami siap menggelar operasi pasar murah atau GPM untuk menjaga harga tetap terjangkau,” ujar dia.
Warga Kelurahan Beru, Siti Aisyah mengaku, sering membeli beras di kegiatan Operasi Pasar Murah karena harga murah dibandingkan dengan harga di pasar.
“Harga beras Bulog SPHP ini murah lima kilogram Rp60 ribu dibandingkan di pasar harga paling murah Rp14 ribu per kilogram, bahkan ada yang mencapai Rp16 ribu per kilogram,” ujarnya di sela-sela kegiatan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sikka.












