Maumere, Ekorantt.com – Semangat Alif tak surut meski harus berjibaku dengan terik matahari menyengat disertai hujan rintik pada Kamis siang, 15 Februari 2026.
Siswa MIS Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale itu bersama puluhan temannya ikut menanam anakan mangrove di pesisir Pantai Namadoi, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.
Alif dan teman-temannya masih mengenakan seragam olahraga sekolah. Mereka tampak tak menghiraukan lumpur demi menyelamatkan Pantai Namadoi dari ancaman abrasi.
Para siswa itu berasal dari MIS Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale dan MTs Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale. Tawa riang mereka pecah setiap kali berhasil menancapkan satu batang bibit mangrove ke dalam lumpur.
Mereka tak sendirian. Para guru, kepala desa, TNI, Polri, Kejaksaan, instansi terkait, Bulog Maumere, KPU Kabupaten Sikka, dan wartawan, ikut ambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove.
Satu demi satu bibit mangrove itu ditanam di lubang yang disediakan. Para peserta didik tampaknya tak peduli seragam dan alas kaki terkena lumpur.
“Saya senang dilibatkan dalam kegiatan menanam mangrove bersama wartawan. Biar masuk lumpur tetapi dapat ilmu baru,” kata Alif.
Menurut dia, pohon mangrove sangat bermanfaat untuk menahan abrasi. Apalagi abrasi di pesisir Pantai Nangahale kerap menjadi momok menakutkan bagi warga sekitar.
Aksi menanam mangrove diinisiasi oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-12 pada 14 Februari 2026 lalu.
Ketua Aliansi Wartawan Sikka, Mario Sina mengatakan, kondisi kawasan pesisir di Dusun Namadoi tergolong ekstrem dan rawan abrasi.
Meski bibit mangrove terbatas kurang lebih 270 anakan, Mario berharap aksi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan ekosistem pesisir.
HUT AWAS kali ini mengusung tema “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka”. Mario bilang, tak hanya menanam mangrove mereka juga mengadakan pasar murah bersama Bulog Maumere. Kegiatan ini merupakan puncak peringatan HUT AWAS ke-12.
Sebelumnya, kata dia, AWAS telah melakukan aksi sosial menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Kemudian, dialog penanganan sampah di kantor Bupati Sikka.
Kepala Sekolah MTs Al-Fatah Nangahale, Juriati mengapresiasi aksi tanam mangrove yang digagas AWAS dengan melibatkan peserta didik.
Aksi ini, menurut dia, sebagai upaya edukasi menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. “Kalau sejak kecil mereka menanam, mereka akan menjaga. Kami ingin mereka merasa memiliki pesisir ini,” ujarnya.
Kepala Desa Nangahale, Sahanudin menyambut baik upaya AWAS menanam mangrove untuk menjaga lingkungan pesisir, perlindungan biota laut, dan juga bisa menjadi destinasi wisata.
Menurutnya, wartawan tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga merawat lingkungan.
Sahanudin bilang, kondisi wilayah pesisir Desa Nangahale dalam beberapa tahun terakhir sering mengalami abrasi kurang lebih 500 meter.
Ada dua lembaga pendidikan yang terancam abrasi, yakni, MTS Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale dan MIS Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale.
“Kondisi ini sudah disampaikan melalui Musrenbang dan DPRD, namun belum ada tindak lanjut,” ungkap Sahabudin.
Ia berharap wartawan membantu menyuarakan kondisi abrasi pantai dan suara masyarakat kecil yang belum tersampaikan ke pemerintah.












