Pohon Tua Tumbang di Sikka, Salon Rata Tanah dan Mobil Rusak Berat

Tim PLN juga turut membantu dengan mengerahkan peralatan besar seperti crane untuk mengangkat mobil.

Maumere, Ekorantt.com – Sebuah pohon tua berukuran besar tumbang di kawasan perkantoran Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, pada Jumat, 20 Februari 2026.

Pohon tua tersebut tumbang menimpa bangunan salon kecantikan hancur rata tanah. Atap bengkel roboh, dan mobil yang terparkir dekat bengkel rusak berat. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Tim BPBD Sikka dikerahkan ke lokasi untuk memotong batang pohon yang menghambat akses jalan. Tim PLN juga turut membantu dengan mengerahkan peralatan besar seperti crane untuk mengangkat mobil.

Baber, pemilik mobil dan usaha foto kopi di sebelah salon kecantikan mengatakan, insiden pohon tumbang  terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.30 Wita. Saat kejadian ia sedang berada di rumah.

“Saya kaget tadi pagi teman telepon bilang pohon tumbang menimpa bengkel, mobil dan salon kecantikan,” ujarnya kepada Ekora NTT di lokasi kejadian.

Kata Baber, sebelum kejadian, pada Kamis, 19 Februari 2026 malam, ia nongkrong dengan pemilik bengkel hingga pukul 23.00 Wita. Ia lalu pamit pulang mengendarai motor dan mobil ditinggalkan di bengkel.

“Mobil saya parkir di bengkel karena saya tidak ada kepikiran sampai terjadi insiden ini, karena selama tiga hari tidak ada hujan dan angin,” ujarnya.

Baber bilang, kondisi mobilnya mengalami kerusakan berat pada bagian atap, kaca, dan pintu. Ia memperkirakan kerugian yang dialami mencapai Rp20 juta.

Pemilik bengkel, Kraeng mengaku sedang tidur saat kejadian itu. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan keluar melalui kolong tempat tidur.

Pemilik Salon Kecantikan, Erin Djaga mengatakan, saat kejadian, ia tidak berada di salon. Bangunan utama salon sudah rampung, namun belum bisa beroperasi karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan.

Erin mengaku, sudah mengeluarkan anggaran banyak dari pembelian bahan material hingga bangunan utama jadi.

“Total kerugian mencapai sekitar Rp20 juta,” ujarnya.

TERKINI
BACA JUGA